TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi momentum krusial bagi organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini. Memasuki usia yang hampir satu abad, GP Ansor dituntut untuk terus relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Tokoh muda, Nanda Pratama, menegaskan bahwa di usia ke-92 ini, peran generasi muda tidak boleh terjebak dalam seremoni belaka. Menurutnya, anak muda Ansor harus mengambil posisi strategis sebagai penentu arah gerakan organisasi.
”Anak muda dalam Harlah ke-92 ini tidak cukup hanya menjadi ‘penggembira acara’. Mereka harus tampil sebagai motor penggerak gagasan dan aksi. Semangat perjuangan pemuda harus diterjemahkan ulang dalam konteks kekinian,” ujar Nanda pada Jumat (24/4/2026).
Nanda menyoroti perubahan bentuk ancaman bangsa. Jika dahulu GP Ansor berfokus pada penjajahan fisik, kini tantangan yang dihadapi lebih halus namun berbahaya, seperti disinformasi, intoleransi, hingga polarisasi sosial.
Ia mendorong kader muda GP Ansor untuk lebih agresif dalam menguasai ruang digital. Harlah kali ini diharapkan menjadi titik balik untuk membangun gerakan digital yang terarah dan berdampak nyata.
Narasi Kreatif: Mengemas nilai Islam moderat dan kebangsaan agar relevan bagi generasi muda luas.
Aksi Nyata: Memperkuat basis sosial melalui pemberdayaan ekonomi dan advokasi isu lokal.
Eksistensi Berdampak: Pemanfaatan media sosial bukan sekadar untuk eksistensi, melainkan untuk edukasi.
Meski optimistis, Nanda Pratama tidak menutup mata terhadap tantangan internal. Ia melihat masih ada kecenderungan sebagian kader muda yang pasif dan ragu mengambil peran kepemimpinan.
”Organisasi harus memberi ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk berinovasi, bahkan jika itu berarti harus keluar dari pola lama yang terlalu kaku,” tambahnya.
Sebagai penutup, Nanda menekankan bahwa masa depan GP Ansor berada di tangan anak muda yang mampu mengawinkan nilai tradisi dengan inovasi. Dengan transformasi ini, GP Ansor diyakini akan tetap menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa dan keberagaman di Indonesia.
(EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.