PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi Golkar, Imelda, S.A.P., menyerap sejumlah aspirasi masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan saat melaksanakan reses masa sidang I tahun sidang II 2026 di daerah pemilihan Bangka, Jumat (15/5/2026).
Salah satu aspirasi utama datang dari pengelola Pondok Pesantren Nurul Muhibbin yang meminta perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan fasilitas dan infrastruktur pendukung lingkungan pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pesantren mengusulkan pembangunan jalan keliling di lingkungan pondok, serta jalan penghubung antara lokasi pesantren menuju Desa Kemuje. Selain itu, mereka juga meminta dukungan pembangunan pagar keliling kompleks pondok pesantren.
Menurut pengelola pesantren, keberadaan pagar dan akses jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang keamanan, ketertiban, serta kenyamanan proses pendidikan dan kegiatan keagamaan di lingkungan pondok.
Menanggapi hal itu, Imelda menegaskan akan mencatat dan menjadikan aspirasi tersebut sebagai salah satu prioritas yang akan diperjuangkan di tingkat legislatif provinsi.
Ia menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan karakter generasi muda, sehingga dukungan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan penting.
”Pembangunan infrastruktur di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, adalah bagian penting dari upaya mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar serta kenyamanan para santri dan pengasuh. Aspirasi ini sudah saya catat dengan rinci, mulai dari pembangunan jalan keliling, jalan penghubung ke Kemuje, hingga pembangunan pagar pondok,” ujar Imelda.
Anggota DPRD periode 2024–2029 itu juga berjanji akan membawa usulan tersebut ke dalam pembahasan perencanaan pembangunan dan anggaran daerah.
Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meninjau kelayakan teknis dan menentukan prioritas pembangunan agar harapan masyarakat dan pihak pesantren dapat segera terealisasi.
“Sebagai wakil rakyat, tugas saya adalah menampung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan. Saya akan pastikan aspirasi ini masuk dalam daftar usulan yang akan kami dorong agar mendapat alokasi anggaran yang tepat pada tahap selanjutnya,” tambahnya.
Kegiatan reses ini merupakan wadah resmi bagi anggota dewan untuk menjaring masukan dan kebutuhan langsung dari masyarakat. Aspirasi tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
(*)




















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.