UGM dan Mitra Internasional Susun Roadmap Revitalisasi Lada Putih Bangka

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Upaya mengembalikan kejayaan lada putih (sahang) sebagai komoditas unggulan Pulau Bangka terus diperkuat melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, petani, dan mitra internasional. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam program bertajuk “Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim, Inovasi Agroengineering, dan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” yang dipimpin oleh Dr. Ngadisih dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada.

Program berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat tersebut dirancang untuk menjawab krisis produktivitas lada putih yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan akibat degradasi lingkungan, perubahan penggunaan lahan, erosi tanah, serta dampak perubahan iklim yang memicu meningkatnya serangan hama.

Kondisi tersebut dinilai telah melemahkan daya saing lada Indonesia di pasar dunia. Jika sebelumnya Indonesia berperan sebagai price-maker, kini posisinya bergeser menjadi price-taker dalam perdagangan lada global.

Sebagai langkah awal menyinergikan hasil riset dengan implementasi kebijakan daerah, tim UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyelarasan Visi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” di Pesona Bay Sungailiat, Kamis (4/6/2026).

FGD tersebut bertujuan menyusun peta jalan (roadmap) revitalisasi lada sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti (evidence-based policy).

Sebelum pelaksanaan FGD, tim peneliti melakukan survei lapangan pada 1–3 Juni 2026 ke sejumlah kebun lada bersama Bupati Bangka, Fery Insani. Kegiatan itu dilakukan untuk memvalidasi berbagai persoalan yang dihadapi petani secara langsung di lapangan.

FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BAPPEDA Kabupaten Bangka, organisasi perangkat daerah teknis, kelompok tani, hingga akademisi lintas disiplin dari UGM yang memiliki keahlian di bidang teknik pertanian, sistem informasi geografis, iklim, dan bioekonomi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Asep Setiawan, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FTP UGM, Sri Rahayoe.

Pengantar diskusi disampaikan oleh Lilik Sutiarso. Sementara itu, narasumber utama menghadirkan Muhammad Chrisna Satriagasa serta mitra internasional Rosnah Shamsudin yang memberikan perspektif global terkait pengembangan Process and Food Engineering.

Diskusi kelompok turut difasilitasi oleh akademisi dari Institut Pahlawan 12 dan Universitas Bangka Belitung guna menggali berbagai kebutuhan dan strategi pengembangan sektor perkebunan lada di Bangka.

Salah satu hasil penting FGD adalah teridentifikasinya kebutuhan berbagai jenis pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani lada. Menindaklanjuti hal tersebut, pada akhir Juni 2027, tim UGM bersama mitra internasional Rebecca Hood-Nowotny dari Institute of Soil Research, BOKU University, akan melaksanakan pendampingan dan pelatihan terkait kesehatan tanah, sistem irigasi, pengelolaan limbah pertanian, serta penerapan teknologi smart farming.

Program ini juga melibatkan mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM dan mahasiswa doktoral BOKU University yang akan berperan dalam pendampingan petani, pengumpulan data biofisik, serta transfer pengetahuan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan System of Systems, program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor perkebunan lada Bangka, mengembalikan kedaulatan ekonomi petani sahang, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan penanganan perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.