Kepala BNN Basel Resmikan 25 Relawan Anti Narkoba, Fokus Pemulihan Kampung Sukadamai.

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pagi ini merekrut dan melaksanakan asistensi Relawan Anti Narkoba sebagai “pasukan perang melawan narkoba.”

Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Gunung Namak, Kantor Bupati Bangka Selatan, dan bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.

​Kegiatan bertajuk Asistensi Relawan Anti Narkotika ini merupakan rangkaian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka Sumber Daya Pembangunan Desa. Asistensi ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan Kampung Sukadamai.

​Kepala BNN Bangka Selatan, Hendra Amoer, menyampaikan bahwa para peserta, yang berjumlah 25 relawan dan dihadiri salah satu narasumber dari Kepala Kemenag, akan diberikan tugas sebagai tim Relawan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) pada wilayah Kelurahan Bersinar, yakni Kelurahan Tanjung Ketapang.

​”Diharapkan melalui kegiatan ini Bapak/Ibu para pemuda di Kelurahan Tanjung Ketapang memiliki pengetahuan dan kompetensi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak yang ditimbulkannya,” ujar Hendra Amoer pada Rabu (19/11/2025).

​Hendra Amoer juga menekankan pentingnya peran para relawan pasca asistensi ini. Ia berharap mereka dapat menjadi agen dan informan guna memberantas narkoba, baik kepada teman, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

​”Pasca asistensi relawan anti narkoba dalam rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa ini, khususnya kepada kita yang berhadir dapat menjadi agen serta relawan anti narkoba, baik kepada teman, keluarga, dan lingkungan masyarakat, sehingga benar-benar dapat memberikan pengaruh yang positif, dalam membebaskan negeri junjungan dari segala tindakan penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

​Asistensi ini diharapkan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang dialog inspiratif sekaligus memperkuat komitmen untuk menjauhi narkoba.

​”Melalui momentum ini, hendaknya dapat kita jadikan pula sebagai sarana guna memperkuat komitmen untuk menjauhi narkoba, sekaligus menjadi spirit bagi pemuda, untuk bisa bangkit, maju, dan berdaya tanpa narkoba,” tambahnya.

​Dirinya juga menyoroti bahwa membangun suatu daerah bebas dari narkoba membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan ekonomis dan keinginan kuat. Diperlukan perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

​”Disitulah dibutuhkan peran dan fungsi dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia untuk menjadi civil society perekat bangsa di Kabupaten Bangka Selatan,” tutupnya, seraya berharap para relawan dapat berperan aktif agar keluarga, teman, dan masyarakat Bangka Selatan benar-benar terbebas dari ancaman narkoba. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.