TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Kabar buruk menimpa sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan. Hanya dalam kurun waktu dua hari, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dilaporkan “terjun bebas” dari angka tertinggi sebelumnya yang sempat menyentuh Rp3.070 per kilogram. Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya harga komoditas andalan warga tersebut masih menjadi misteri.
Penurunan tajam ini terjadi secara berturut-turut dalam waktu singkat. Awalnya, harga merosot ke angka Rp2.970, tak lama kemudian meluncur lagi ke Rp2.770. Puncaknya, pada Jumat (22/5/2026), harga TBS sawit semakin babak belur dan bertengger di level Rp2.350 per kilogram.
Kondisi ini sontak memicu keluhan mendalam dari masyarakat seiring dengan menyusutnya pendapatan mereka secara drastis.
Salah satu petani sawit di Toboali, Yasir (47), tak mampu menyembunyikan rasa lesunya menghadapi kenyataan pahit ini. Ia mengaku terpukul dengan kemerosotan harga yang terjadi begitu cepat.
”Tentunya kami selaku petani lesu dengan harga segitu,” ungkap Yasir dengan nada kecewa, Jumat (22/5/2026).
Penderitaan petani kian bertambah karena penurunan harga jual ini tidak dibarengi dengan turunnya biaya perawatan. Sebaliknya, harga pupuk di pasaran justru terus melambung tinggi, menciptakan ketimpangan yang mencekik kantong petani.
”Di saat harga beli sawit turun, harga pupuk malah tinggi. Tentunya ini sudah tidak sesuai lagi antara pendapatan dan modal yang dikeluarkan,” keluh Yasir.
Mewakili suara hati para petani sawit di Bangka Selatan, Yasir sangat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak tinggal diam. Perlu ada langkah konkret untuk menyelidiki penyebab penurunan harga dan memberikan stabilitas bagi para petani lokal.
”Kami sangat berharap kepada dinas terkait untuk segera mencari solusi atas masalah ini. Mudah-mudahan harga jual beli sawit bisa kembali normal dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (EraNews/Lew)
Tolong naskah diatas jadikan Foto Versi AI buat berita














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.