Pulihkan Eks Lahan Tambang, Pemprov Babel Bersama KAGAMA dan KKMD Tanam 2.000 Mangrove di Pantai Batu Ampar

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) berkolaborasi dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Bangka Belitung (KAGAMA Babel) dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui “Penanaman Bersama 2.000 Bibit Mangrove Tahun 2026”. Aksi hijau ini dipusatkan di kawasan Lintas Timur, Pantai Batu Ampar, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (22/5/2026).

Kawasan pesisir Pantai Batu Ampar sejatinya memiliki sejarah pemulihan lingkungan yang panjang. Lahan seluas 70 hektar ini merupakan bekas area pertambangan yang beroperasi pada periode 2003–2005. Demi memulihkan ekosistem yang sempat rusak, gerakan rehabilitasi hijau di lokasi ini telah diinisiasi sejak tahun 2019. Hingga kini, puluhan ribu bibit mangrove telah tertanam secara bertahap, dan aksi hari ini menjadi kelanjutan nyata dari komitmen jangka panjang tersebut.

Aksi lingkungan ini dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang juga bertindak selaku Ketua KAGAMA Babel sekaligus Ketua KKMD Babel. Penanaman ini turut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Jasa Raharja Kantor Wilayah Babel, para Kepala Perangkat Daerah, staf BPDAS Baturusa Cerucuk, serta para relawan peduli lingkungan.

Di sela-sela kegiatan, Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. Ia mengingatkan bahwa kerusakan di wilayah pesisir akan membawa dampak buruk yang nyata bagi ekosistem dan perekonomian warga lokal, terutama nelayan.

“Sebagai daerah kepulauan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir dan laut. Kerusakan ekosistem pesisir akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama para nelayan dan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Fery Afriyanto.

Fery memaparkan bahwa tanaman mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat vital dan multidimensi bagi wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

“Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mulai dari menahan abrasi pantai, menjaga habitat berbagai biota laut, menjaga kualitas lingkungan, hingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon,” tambahnya.

Melalui penanaman tambahan 2.000 bibit ini, Pemprov Babel berharap gerakan rehabilitasi lingkungan ini tidak berhenti pada tahapan seremonial semata. Perlu ada komitmen berkelanjutan dari semua elemen masyarakat untuk merawat bibit-bibit yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan optimal.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, namun menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk menjaga dan merawat mangrove yang kita tanam hari ini. Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga harapan, kepedulian, dan warisan bagi generasi masa depan. Mari kita terus menumbuhkan semangat gotong-royong dan kecintaan terhadap lingkungan, agar Kepulauan Bangka Belitung tetap menjadi daerah yang hijau, asri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Aksi gotong royong ini berjalan dengan lancar. Penanaman ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan total lahan bekas tambang di Pantai Batu Ampar, sekaligus menjadi pemantik gerakan serupa di berbagai titik pesisir kritis lainnya di Negeri Serumpun Sebalai.

(Sumber Biro Adpim Setda Prov Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.