BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Bangka menilai Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Kepulauan Bangka Belitung tidak profesional. Penilaian tersebut muncul setelah belum/tidak diterbitkannya rekomendasi untuk pelaksanaan Bangka Pencak Silat Championship 2026.
Ketua IPSI Bangka, Hairul, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut awalnya dijadwalkan pada 1–3 Mei 2026 dan telah mengantongi rekomendasi dari Pengprov. Namun, karena banyaknya permintaan penundaan dengan alasan akademik, panitia memutuskan untuk menggeser jadwal menjadi 26–28 Juni 2026.
“Surat pengunduran jadwal sudah kami sampaikan kepada pengurus provinsi melalui sekretaris umum, Budi Yanto,” ujar Hairul, Kamis (7/5/2026).
Selanjutnya, pada 5 Mei 2026, IPSI Bangka kembali melayangkan surat kepada Pengprov guna mengajukan perpanjangan masa kepengurusan yang akan berakhir pada akhir Juni 2026. Permohonan tersebut diajukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta untuk menyelesaikan pelaksanaan kejuaraan.
Namun, berdasarkan surat balasan Pengprov IPSI Babel tertanggal 6 Mei 2026 dengan nomor 003/UM/PENGPROV-IPSI/BABEL/V/2026, permohonan perpanjangan kepengurusan tidak dikabulkan. Selain itu, rekomendasi untuk pelaksanaan kejuaraan pada jadwal baru juga tidak diterbitkan.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa untuk jadwal awal 1–3 Mei 2026, Pengprov IPSI Babel telah mengeluarkan rekomendasi sehingga kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Namun, untuk jadwal baru 26–28 Juni 2026, hingga surat diterbitkan, rekomendasi belum atau tidak dikeluarkan.
Hal ini disebabkan pada bulan yang sama telah diterbitkan rekomendasi lain, yakni melalui surat nomor 002/Rekom/IPSI-BABEL/III/2026 tertanggal 3 Maret 2026, terkait pelaksanaan IPSI Cup Championship Bangka Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–21 Juni 2026.
Hairul mengaku tidak mempermasalahkan keputusan tidak diperpanjangnya masa kepengurusan. Namun, ia mempertanyakan alasan tidak diterbitkannya rekomendasi kejuaraan.
“Kalau soal kepengurusan tidak diperpanjang, saya tidak mempersoalkan. Tapi kejuaraan yang tidak direkomendasikan ini agak aneh,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan dua kejuaraan dalam waktu berdekatan seharusnya tidak menjadi persoalan. Menurutnya, baik IPSI Bangka maupun Bangka Tengah tidak dalam posisi bersaing. “Niat kami hanya untuk memfasilitasi atlet agar bisa bertanding. Kami serahkan kepada perguruan masing-masing, apakah ingin mengikuti kejuaraan di Bangka Tengah atau Bangka. Kami tidak bersaing,” ujarnya.
Hairul juga mempertanyakan apakah keputusan tersebut berkaitan dengan dinamika internal organisasi, termasuk hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) sebelumnya.
“Apa karena kami tidak mendukung ketua terpilih di Musprov kemarin sehingga rekomendasi tidak dikeluarkan?” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan adalah memberikan wadah bagi para atlet yang telah lama berlatih agar dapat berkompetisi.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.