Pemkot Pangkalpinang Gelar Rapat Pematangan Event Festival Pasir Padi 7

PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Pasir Padi Ke-7 yang akan berlangsung pada 19–21 Juni 2026. Berbagai pihak terkait, mulai dari instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga media massa dilibatkan dalam rapat koordinasi guna memastikan suksesnya agenda pariwisata tahunan tersebut.

Pj Sekda Kota Pangkalpinang, Budiyanto mengatakan Festival Pasir Padi tahun ini diharapkan menjadi penyelenggaraan yang lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya serta mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pangkalpinang.

“Ini baru rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan para stakeholder yang kami butuhkan untuk persiapan Festival Pasir Padi Ke-7 yang akan diselenggarakan pada 19 sampai 21 Juni 2026. Kami berharap festival tahun ini bisa lebih meriah lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Budiyanto usai rapat koordinasi, Jumat (5/6/2026).

Menurut Budiyanto, meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Pangkalpinang akan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif yang terlibat selama festival berlangsung.

“Harapan kami, wisatawan yang datang ke Pangkalpinang semakin ramai. Hotel-hotel juga diharapkan mengalami peningkatan tingkat hunian. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana menjelaskan, Festival Pasir Padi kini telah berkembang menjadi agenda berskala nasional yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media massa, untuk membantu mempromosikan kegiatan tersebut kepada masyarakat luas.

“Festival Pasir Padi ke-7 ini sebenarnya sudah menjadi event skala nasional. Kami berharap rekan-rekan media dapat ikut membantu menyebarluaskan informasi sehingga masyarakat dari berbagai daerah mengetahui bahwa Pangkalpinang memiliki agenda wisata besar yang layak dikunjungi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sekitar 3.000 pengunjung hadir selama tiga hari penyelenggaraan festival. Kehadiran ribuan wisatawan tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang membuka stan di kawasan Pantai Pasir Padi.

“Target kami kurang lebih sekitar 3.000 pengunjung. Selama tiga hari pelaksanaan, kami berharap terjadi perputaran ekonomi yang baik bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat,” jelas Yan.

Selain menghadirkan berbagai perlombaan dan hiburan budaya, Festival Pasir Padi Ke-7 akan menampilkan sejumlah atraksi khas yang menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Peh Cun, ritual budaya masyarakat Tionghoa yang dikenal sebagai tradisi Buang Belat atau Mandi Peng-shui.

“Peh Cun menjadi kegiatan utama yang akan kami promosikan hingga tingkat nasional. Sementara berbagai perlombaan dan atraksi lainnya menjadi kegiatan pendukung yang akan memeriahkan festival selama tiga hari penuh dari pagi hingga malam,” ungkapnya.

Terkait agenda penyusunan telur yang selama ini menjadi salah satu ikon festival, Yan mengatakan pihaknya akan mengusung konsep berbeda pada tahun ini. Fokus utama bukan lagi pada jumlah telur yang digunakan, melainkan pada kualitas dan keunikan formasi yang ditampilkan.

“Kami akan koordinasikan lagi konsepnya. Tahun ini kami tidak semata-mata mengejar jumlah telur, tetapi lebih kepada bagaimana menghadirkan formasi terbaik yang menarik perhatian pengunjung,” katanya.

Sementara itu, mengenai kemungkinan pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Yan menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian lebih lanjut.

“Untuk rekor MURI masih kami kaji pola dan konsepnya seperti apa yang paling tepat untuk ditampilkan tahun ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk festival lampion, Yan memastikan pelaksanaannya masih ditangguhkan karena membutuhkan proses perizinan lebih lanjut. Sebagai gantinya, festival layang-layang dipastikan tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pasir Padi Ke-7.

“Lampion untuk sementara kami hold dulu karena masih harus mengurus berbagai perizinan. Yang sudah pasti akan ada adalah festival layang-layang sebagai salah satu atraksi pendukung,” tutupnya.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.