BPJN Bangka Belitung Konsisten Dorong Peningkatan Kualitas Jalan di Bangka Selatan

PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur jalan guna menghindari genangan air yang kerap merugikan pengguna jalan. Saat ini, BPJN Babel tengah mengebut pekerjaan saluran air atau siring melalui sistem padat karya di sejumlah titik Jalan Nasional, salah satunya di Ruas Jalan Desa Jeriji, Kabupaten Bangka Selatan.

​Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Bangka Belitung, I Ketut Astafa, membenarkan adanya proyek pemasangan batu di Ruas Jalan Airbara-Toboali, tepatnya di Desa Jeriji. Menurutnya, para pekerja di lapangan terus melakukan percepatan pembangunan agar fasilitas tersebut dapat segera berfungsi optimal.

​”Target panjang saluran di Desa Jeriji ini adalah 500 meter, dan saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen. Kami menargetkan pekerjaan di titik ini bisa rampung seluruhnya pada 18 Juni 2026 mendatang,” ungkap I Ketut Astafa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).

​Selain di Desa Jeriji, proyek serupa juga tengah berjalan di Desa Keposang dengan target panjang yang sama, yakni sekitar 500 meter. Hingga saat ini, progres pembangunan siring di Desa Keposang telah menyentuh angka 60 persen dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.

​I Ketut menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi lapangan yang kerap tergenang air saat intensitas hujan tinggi. Pembangunan saluran pasangan batu ini diharapkan mampu mengalirkan air hujan lebih cepat menuju sungai terdekat.

​”Kenapa kita mengerjakan pasangan batu di sini, karena memang kalau hujan terjadi genangan di lokasi tersebut. Makanya kita mau mengarahkan air lebih cepat mengalir ke sungai-sungai terdekat dengan membuatkan saluran ini,” ujarnya.

​Lebih lanjut, I Ketut menegaskan bahwa BPJN Provinsi Bangka Belitung berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas dan keamanan ruas jalan nasional. Genangan air yang dibiarkan tidak hanya berpotensi merusak badan jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas.

​”Kalau ada genangan air, itu kan bisa merusak badan jalan. Selain itu, pengendara juga tidak tahu kondisi di bawah genangan tersebut ada apa. Jadi, air itu kita alirkan secepat mungkin,” tambahnya.

​Ia juga memastikan bahwa pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan selalu siaga di lapangan.

“Mudah-mudahan kalau ada lubang pun, setiap PPK akan segera menangani secara cepat supaya tidak ada kecelakaan atau kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,” pungkas I Ketut. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.