Penulis : Nurdin S.Ag
NIM : 3220147
Mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik
Institut Pahlawan 12 Bangka Belitung
BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka melakukan berbagai kegiatan publik dalam rangka pemberian makanan tambahan (PMT) yang berfokus pada pencegahan stunting, intervensi gizi bagi ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis), dan balita gizi kurang.
Ada beberapa kegiatan publik oleh pemerintah Kabupaten Bangka terkait PMT ini yakni pemberian PMT Lokal Berbasis Bahan Pangan setempat : Pemerintah mengutamakan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal yang bergizi, seperti ikan, telur, dan bahan pangan lokal lainnya, untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil.
Program PMT Susu 2025: Pemerintah melanjutkan program pemberian makanan tambahan berupa susu untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang mengalami masalah gizi, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan sejak 2024.
Aksi PMT Rutin di Posyandu: Kegiatan PMT dilakukan secara rutin dan bergiliran di Posyandu-Posyandu desa, seperti yang dilakukan di Posyandu Bukit Barisan, Desa Air Anyir, yang menargetkan balita dan anak stunting.
Demo Masak dan Edukasi PMBA: Kegiatan publik ini melibatkan demo masak tentang cara pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang tepat sesuai umur (ASI eksklusif hingga MPASI).
Pemantauan Gizi Berkala: Tim tenaga kesehatan, bidan, dan kader posyandu melakukan pemantauan konsumsi PMT dan kesehatan balita/ibu hamil secara berkala (misal: konsumsi taburia, protein, dan biskuit).
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik (penyebab langsung) dan sensitif (penyebab tidak langsung) untuk menekan angka stunting. Dari masalah gizi yang kompleks, pola makan tidak seimbang, kurangnya edukasi dan anggaran PMT yang terbatas .
Hasil Utama Pemberian Makanan Tambahan (PMT):
Penurunan Gizi Kurang: Berhasil menurunkan prevalensi gizi kurang dari 15% menjadi 10% dalam setahun melalui intervensi PMT.
Peningkatan Status Gizi: Menambah asupan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal balita serta ibu hamil.
Edukasi Gizi: Menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, dan perilaku hidup bersih.
Komitmen Penurunan Stunting: Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya.
Dinas Pangan dan Pertanian dalam program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk penurunan stunting sangat efektif karena mereka bisa memastikan ketersediaan pangan lokal bergizi, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan edukasi gizi dan pola tanam/ternak yang tepat sasaran, menjadikannya bagian penting dari intervensi sensitif dan spesifik stunting secara konvergen dan berkelanjutan, sesuai arahan pemerintah pusat untuk aksi konvergensi stunting.
Mengapa Ini Penting?
Intervensi Holistik: Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga pangan dan gizi. Dinas Pangan & Pertanian melengkapi peran Dinas Kesehatan dalam mengatasi akar masalahnya.
Pemanfaatan Pangan Lokal: Mendorong pengembangan dan konsumsi pangan lokal bergizi (protein hewani, sayur, buah) yang lebih terjangkau dan mudah diakses, seperti melalui pengembangan kebun pekarangan atau peternakan skala kecil.
Edukasi Gizi & Pertanian: Memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang, cara mengolah pangan, dan praktik pertanian/peternakan yang baik untuk menghasilkan pangan berkualitas.
Dukungan Program Nasional: Sejalan dengan program nasional seperti “Makan Gratis Bergizi” dan fokus pada 5 Pilar Pencegahan Stunting, memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas untuk program tersebut.
Melalui kegiatan pemberian makanan tambahan PMT ini selaras dengan teori gizi yang di kemukakan oleh Tuti Sunardi sebagai proses transformasi berbagai makanan yg masuk ke dalam tubuh menjadi energi dan zat yang berguna. Terutama pemberian makanan tambahan yang di berikan kepada balita, ibu hamil dan ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis).
Di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka bahwa kegiatan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dilaksanakan hanya 28 kali setiap makan siang, itu di bagikan ada 5 (lima) Desa dari 15 Desa di wilayah Kecamatan Mendo Barat sebanyak 160 orang dengan rincian sebagai berikut:
1. Desa Zed sebanyak 16 orang
2. Desa Mendo sebanyak 39 orang
3. Desa Labu air Pandan sebanyak 14 orang
4. Desa Paya Benua sebanyak 30 orang
5. Desa Kemuja sebanyak 61 orang.
Peran kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang gencar merilis program ini pada tahun 2024-2025 dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) difokuskan pada intervensi spesifik untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi ibu hamil serta balita.
Adapun peran utama kebijakan Pemkab Bangka dalam kegiatan PMT diantaranya :
Intervensi Gizi Spesifik dan Terstruktur yakni Kebijakan PMT bukan hanya seremonial, tetapi merupakan intervensi gizi langsung untuk memperbaiki status gizi ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita yang mengalami masalah gizi.
Pembiayaan melalui APBD: Pemkab mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara berkelanjutan untuk mendukung program PMT, contohnya program PMT susu yang diluncurkan pada 2024 dan berlanjut ke 2025.
Sinergi dan Kolaborasi: Pemkab mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta/dunia usaha untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Edukasi Masyarakat: PMT digunakan sebagai sarana edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil dan balita.
Sebagai informasi tambahan, Pemkab Bangka juga telah menerima penghargaan atas tata kelola stunting berbasis Pendidikan Anak Usia Dini, yang menunjukkan komitmen kuat dalam penurunan stunting.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kabupaten Bangka menghasilkan penurunan angka gizi kurang (dari 15% menjadi 10%), peningkatan status gizi anak dan ibu hamil, serta menjadi edukasi gizi seimbang, meskipun angka stunting masih perlu diwaspadai dan dibutuhkan kesadaran serta partisipasi masyarakat lebih tinggi, dengan tujuan utama membentuk generasi sehat bebas stunting.
Dengan penerapan prinsip efektivitas dan efisiensi secara Optimal dan kontinyu pemerintah Kabupaten Bangka di harapkan mampu melakukan aksi konvergensi stunting dengan cepat, kolaborasi yang kuat dengan sektor lain terhadap program PMT akan lebih efektif dan berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bangka.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.