BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Aktivitas tambak udang yang ada di sepanjang pesisir Pantai Rambak kini berdampak pada lautan. Pasalnya, ada salah satu tambak udang yang membuang limbah cair yang disalurkan melalui pipa dan dibuang begitu saja ke laut lepas.
Dampak dari limbah tambak udang ini tidak bisa dianggap sepele, karena nitrogen yang terkandung dalam limbah dapat memicu pertumbuhan alga secara berlebihan yang dapat menghambat masuknya cahaya ke dalam air dan menyebabkan kematian tumbuhan air dan ikan. Kemudian, limbah tambak udang ini menimbulkan bau yang tidak sedap dan sekaligus memunculkan bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan.
Sementara ada juga dampak sosial yang menyebabkan hilangnya mata pencaharian bagi para nelayan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto S.STP memberikan pernyataan jika IPAL tambak udang milik Amen sudah memiliki pemeriksaan baku mutu airnya.
“Setahu saya kalau tambak udang milik Amen ini ada pemeriksaan baku mutu airnya dari Lab Palembang. Selain itu masih diambang baku mutu,” jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkan oleh Ismir, bahwa sistem instalasi IPAL tambak udang milik Amen juga sudah ada. Saat disinggung tentang warna air limbah yang berwarna hitam pekat yang dibuang ke laut apakah sudah sesuai standar yang telah ditentukan, dirinya katakan bahwa pihaknya sebutkan secara tupoksi di lingkungan telah sesuai dengan standar.
“Nanti kami akan cek kelapangan dulu, saya akan atur tim untuk cek ke lokasi. Kita akan pastikan apakah air limbah yang dibuang ke laut itu masih aman. Soalnya, beberapa bulan yang lalu hasilnya masih bagus,” terangnya.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.