TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Dokter Forensik Suroto menyampaikan hasil pemeriksaan autopsi jenazah ZH (10), korban dugaan bullying di Toboali, pada Rabu (30/7/2025).
Dr. Suroto menjelaskan kepada wartawan bahwa proses autopsi dan penggalian kubur telah selesai dilaksanakan mulai pukul 10:30 WIB hingga 13:00 WIB.
“Jadi itu kita lakukan pemeriksaan, terus kita lakukan pemeriksaan luar dulu kemudian pemeriksaan dalam. Memang di dalam itu pada rumah sakit kemarin menyebutkan ada infeksi usus buntu. Dan sudah diambil usus buntunya, terus memang kita temukan tanda-tanda peradangan di rongga perut,” ungkap dr. Suroto, didampingi dr. Yogi dari DVI Polda Bangka Belitung.
Ia menambahkan, hasil autopsi ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bangka Belitung.
“Untuk memastikan nanti kalau hasilnya sudah keluar, kita sinkronkan dengan hasil pemeriksaan autopsi tadi, itu kita akan keluarkan visum dari autopsi,” ujarnya.
Dijelaskan olehnya, hasil lengkap autopsi tersebut diperkirakan akan keluar paling lama sekitar dua minggu.
“Paling lama sekitar 2 minggu,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan langsung tim EraNews.co.id di Tempat Pemakaman Umum (TPU), puluhan personel Polres Bangka Selatan dikerahkan untuk mengamankan proses penggalian kubur ZH. Pengamanan ketat ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan ketertiban selama proses autopsi berlangsung.
Terlihat hadir dalam proses autopsi Kapolsek Toboali, Iptu M. Syah, serta KBO Reskrim Polres Bangka Selatan, Ipda Arifin, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka Selatan, dan paman korban, Doni Dinata. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.