TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Menanggapi ketegangan yang terjadi antara masyarakat Desa Nangka dengan pihak pengelola pabrik kelapa sawit PT BPP, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Airgegas, H. Surianto, angkat bicara.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas demi mencapai solusi yang saling menguntungkan (win-win solution).
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri oleh unsur pimpinan DPRD Bangka Selatan, dinas terkait, serta perwakilan PT BPP, Surianto menyampaikan bahwa kehadiran investasi di daerah pada dasarnya sangat terbuka, namun harus diimbangi dengan komitmen menjaga ketenangan dan kesejahteraan warga lokal.
Salah satu poin krusial yang disoroti Surianto adalah terkait pemanfaatan fasilitas umum, khususnya akses jalan yang dilewati oleh kendaraan operasional pabrik.
”Pihak pabrik sejak awal sudah tahu bahwa jalur tersebut adalah jalan masyarakat. Kita harus memikirkan aspek keselamatannya. Akses menuju pabrik tentu didominasi oleh mobil-mobil besar (truk sawit), sementara jalan tersebut rata-rata digunakan oleh warga setempat, termasuk bapak-bapak, ibu-ibu, hingga lansia. Apakah ini tidak mengganggu,” ujar Surianto.
Ia meminta pihak manajemen pabrik untuk memikirkan dampak sosial dan infrastruktur ini dengan matang. Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa keberadaan pabrik kelapa sawit seharusnya menjadi berkah bagi petani lokal dalam menyerap hasil panen mereka, bukan justru memicu konflik.
Sebagai perwakilan rakyat, Surianto mengimbau masyarakat Desa Nangka untuk tidak terpancing emosi dan menghindari tindakan yang melanggar hukum.
”Kepada warga, kami mohon jangan melakukan tindakan anarkis karena itu tidak baik dan negara kita adalah negara hukum. Mari kita selesaikan permasalahan ini sebaik mungkin,” tuturnya.
Ia menyarankan, jika terdapat sumbatan komunikasi (miskomunikasi) antara warga dengan Kepala Desa, sebaiknya diselesaikan secara musyawarah dengan duduk bersama.
Guna memastikan jalannya mediasi yang adil, Surianto menegaskan bahwa seluruh legislator dari Dapil II Airgegas siap pasang badan untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan antara warga dan pihak manajemen pabrik.
”Alhamdulillah, selaku anggota Dewan Perwakilan dari Dapil II Kecamatan Airgegas, kami akan kawal terus permasalahan ini sampai selesai dengan cara terbaik. Kami, khususnya enam anggota DPRD dari dapil Airgegas, siap memfasilitasi,” pungkas Politisi Partai Golkar tersebut.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut berlangsung dinamis dan dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi, Wakil Ketua I H. Komarudin, Wakil Ketua II Rusi Sartono, jajaran anggota DPRD Dapil II, Kepala Dinas terkait di lingkungan Pemkab Bangka Selatan, serta perwakilan manajemen PT BPP. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.