Langkah Strategis Disperindag Babel dan Kanwil DJPb Tekan Inflasi dan Dorong Industri

PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID –
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan audiensi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Babel, Rabu (28/1/2026).

​Bertempat di Ruang Rapat Kanwil DJPb Babel, Kepala Disperindag Babel, Subekti Saputra, bersama jajarannya disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJPb Babel, Syukriah H.G. Pertemuan ini memfokuskan pada penguatan ekspor, pengelolaan keuangan daerah, hingga pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pengembangan “Desa Devisa”. Subekti Saputra mengungkapkan bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar di luar sektor pertambangan. Produk-produk seperti gula aren, sagu, hingga kopi luwak Petaling dinilai memiliki daya saing tinggi untuk menembus pasar internasional.

​”Selain lada dan olahan ikan, komoditas seperti gula aren dan kopi luwak Petaling adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan produk-produk ini memiliki orientasi ekspor yang kuat,” ujar Subekti.

Tak hanya soal ekspor skala besar, pemberdayaan UMKM juga menjadi agenda utama. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan integrasi program, mulai dari pelatihan teknis, fasilitas pengemasan, hingga kegiatan business matching dan business pitching.

Tujuannya agar UMKM lokal dapat naik kelas dan terlibat aktif dalam pameran promosi yang diinisiasi pemerintah.

Dari sisi fiskal, Kepala Kanwil DJPb Babel, Syukriah H.G, menekankan pentingnya pencatatan administrasi ekspor yang tepat oleh para eksportir lokal. Menurutnya, aktivitas ekspor yang terdaftar secara resmi di daerah asal akan sangat berpengaruh terhadap perolehan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Bangka Belitung.

​”Peningkatan volume ekspor bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga soal optimalisasi fiskal daerah. Kami mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengawal pendaftaran ekspor agar kontribusinya tercatat bagi Babel,” tegas Syukriah.

​Melalui audiensi ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih solid antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan demi mewujudkan transformasi ekonomi Bangka Belitung yang lebih tangguh dan mandiri. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.