BANGKA TENGAH, ERANEWS.CO.ID — Upaya pelestarian lingkungan kembali digencarkan melalui penanaman mangrove bertajuk “Aksi Pesisir Hijau: Menanam Harapan untuk Masa Depan” di pesisir Desa Penyak, Bangka Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat dalam aksi nyata menghadapi ancaman abrasi pantai.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Penyak, Muzi, yang hadir bersama unsur perangkat desa dan warga.
Abrasi yang semakin meningkat di wilayah pesisir desa tersebut menjadi latar belakang utama dilaksanakannya kegiatan ini.
Kondisi tersebut tidak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga berpotensi mengurangi luas daratan secara signifikan.

Mangrove dipilih sebagai solusi alami karena kemampuannya dalam menahan erosi, menjadi habitat biota laut, serta berperan sebagai penyerap karbon.
Sebanyak 800 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. berhasil ditanam di lahan seluas kurang lebih satu hektar. Penanaman dilakukan dengan metode terencana, mulai dari pembersihan area dari sampah, pemilihan bibit berusia 3–4 bulan, hingga penanaman dengan jarak ideal antara 1 hingga 1,5 meter. Bibit ditanam dengan kedalaman sekitar 20 cm untuk memastikan pertumbuhan optimal.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kelas 2H Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung(UBB) sebagai pelaksana utama, di bawah bimbingan dosen pembimbing kegiatan, Abdul Fatah, S.Pd.I., M.Sc. serta kepemimpinan mahasiswa diwakili oleh Ketua Mahasiswa UBB, Piere Alfarisi.
Mahasiswa bekerja sama dengan kelompok tani, masyarakat lokal, tokoh masyarakat, pemuda desa, serta aparat desa dalam pelaksanaan kegiatan.
Partisipasi aktif warga menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Kepala Desa Penyak, Muzi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas oleh mahasiswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah berkolaborasi dengan masyarakat dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga lingkungan pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Mahasiswa UBB, Piere Alfarisi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengalaman berharga bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita sebagai generasi muda. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Penyak,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata tentang dampak abrasi serta pentingnya tindakan preventif berbasis alam.
Tidak hanya berhenti pada penanaman, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen dari masyarakat setempat untuk merawat dan memantau pertumbuhan mangrove yang telah ditanam. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program rehabilitasi lingkungan yang telah dimulai.
Panitia kegiatan menekankan pentingnya monitoring berkala setiap tiga bulan guna mengevaluasi tingkat keberhasilan hidup (survival rate) bibit serta melakukan penyulaman jika diperlukan.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan mangrove tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir Desa Penyak terhadap abrasi sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
(*)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.