BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Tak dipungkiri semenjak Indonesia bahkan negara-negara lainnya di obok-obok oleh makhluk super kecil bernama Covid-19 atau Corona tingkat pemberitaan di berbagai media drastis menanjak tajam.
Bagaimana tidak, untuk satu kasus Covid-19 saja suatu media dapat memberitakan lebih dari 10 item judul dan isi. Katakan saja untuk satu kasus penderita positif Covid-19.
Para awak media dapat mem-framing dan mengembangkan berita terkait latar belakang pasien, keluarga pasien, tim medis yang menanganinya, proses pemeriksaan, hasil pemeriksaan, hingga press releases yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait hasil satu orang pasien penderita positif Covid-19.
Tentu dapat dibayangkan sebagai masyarakat berapa banyak informasi yang dapat kita ketahui perkembangannya melalui media.
Sebagai penikmat berita, kita selalu dihadirkan dengan berita yang di dominasi dengan orang-orang yang dinilai berjasa dibalik pencegahan maupun penanganan Covid-19. Mereka tentunya orang-orang yang memiliki profesi dan wewenang khusus dalam melakukan penanganan seperti tim medis, TNI, Polri, Relawan dan lain sebagainya.
Secara personal penulis katakan tentu mereka layak disebut sebagai garda terdepan dalam pencegahan maupun penanganan kasus Covid-19. Bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa untuk situasi pandemi saat ini.
Sebagai garda terdepan mereka juga memiliki resiko yang sangat tinggi untuk terpapar penyebaran wabah yang mereka tangani.
Tak sedikit diantara mereka yang harus menahan lelah, stres, jenuh serta rasa rindu mendalam terhadap keluarga dirumah yang harap cemas menanti kabar.
Apakah kita sudah berterima kasih kepada mereka?
Penulis rasa, masih sedikit diantara kita yang belum menyadari hal itu. Namun tanpa megurangi rasa hormat dan salut penulis kepada mereka, apakah kita sadar ada profesi yang sedikit terlupakan.Ya, mereka adalah wartawan. Insan pers yang selalu mengedepankan berita untuk perkembangan informasi dan publikasi kepada masyarakat luas.
Mereka merupakan “kuli tinta” yang menurut penulis juga patut diberikan apresiasi dan terima kasih yang luar biasa atas dedikasi memberitakan perkembangan suatu kasus khususnya terkait Covid-19. Berkat dedikasi para awak media kita selalu menerima dan mengetahui berita terhangat terkait Covid-19.
Lalu, dimanakah peran mereka! Para wartawan mengambil peran hampir disemua lini. Mereka hadir di rumah sakit, berjam-jam menghabiskan waktu di posko pengaduan, kadang berhari-hari memburu berita.
Bukankah sebagai wartawan mereka juga garda terdepan dan memiliki resiko tinggi,
Lalu apa yang menjadi tujuan para awak media sehingga disebut sebagai garda terdepan.
Mereka mengejar sumber, data dan informasi terkait suatu berita khususnya terkait Covid-19 untuk saat ini. Semua bukan semata tuntutan deadline sebagai pers, namun menurut penulis mereka memiliki naluri untuk mengemas berita dan menyampaikannya ke masyarakat.
Itu merupakan kepuasan tersendiri yang tak ternilai bagi mereka. Sebagai masyarakat terutama penikmat berita via gadget, berita apapun yang dibaca lalu share bahkan posting bila menurut kita itu menarik dan penting untuk diketahui orang banyak.
Sangat mudah, hanya klink link, copy dan paste ke laman yang kita inginkan. Facebook misalnya. Namun pernahkah terlintas dipikiran kita, tak semudah itu perjuangan seorang wartawan dalam mengumpulkan data, merangkai kata dan mengemas hingga menjadi sebuah berita yang kita baca.
Terutama berita yang berkaitan dengan Covid-19 yang menjelaskan bahwa ada penderita baru, angka pasien positif bertambah, atau tingkat kesembuhannya.
Bukankah disituasi seperti saat ini berita tentang Covid-19 menjadi kebutuhan utama.
Dan para wartawanlah yang menyediakan kebutuhan utama itu kepada kita.
Sampai saat ini, sudahkah kita berterima kasih kepada wartawan?
Penulis rasa hanya segelintir penikmat berita yang menyadari hal itu.Melalui statement ini penulis ingin mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada para petugas dan relawan yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.
Mereka adalah tim medis maupun non medis, TNI, Polri, tim evakuasi, tim pemakaman jenazah terkait Covid-19, BPBD dan seluruh relawan yang mengambil bagian dalam panggilan kemanusiaan.Namun khusus dalam tulisan ini penulis ingin menghaturkan terima kasih dan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada rekan-rekan yang bergelut di media dimanapun berada.
Karena tanpa wartawan, masyarakat mengakses berita seperti buta tanpa tongkat.
(eranews)