BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Dengan mengusung tema “Rumpon Hijau, Laut Lestari. Aksi Konservasi Untuk Masa Depan”, DPC HNSI Kabupaten Bangka bersama dengan PT. Timah Tbk melaksanakan penenggelaman rumpon di Perairan Pantai Rambak, Sungailiat – Bangka, Sabtu (3/5/2025).
Hadir dalam kegiatan Sekjend DPD HNSI Babel, Danpos AL Sungailiat, Kepala DLH Bangka, Kepala PNN Sungailiat, Penasehat HNSI Bangka, Ketua Bareta Bangka, Ketua DMI Bangka.

Ketua DPC HNSI Bangka, Lukman S.Pd dalam sambutannya tegas mengatakan bila kegiatan penenggelaman rumpon menjadi bentuk komitmen HNSI dalam menjaga ekosistem laut dan wujud nyata dalam harmonisasi bahari. Dalam artian, antara pertambangan dan perikanan dalam berjalan secara berdampingan.
“Kami ingin antara aktivitas pertambangan dan perikanan ini tidak ada gesekan satu sama lain, semua harus bisa berjalan beriringan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka. Kita ucapkan terimakasih kepada PT. Timah Tbk yang selalu mendukung penuh kegiatan HNSI,” kata Lukman.
Menyinggung permasalahan muara air kantung Jelitik saat ini, Lukman dengan tegas menuturkan bahwa PT. Timah Tbk harus turut bertanggungjawab. Untuk menghindari konflik kepentingan, ia menilai PT. Timah Tbk lah yang layak untuk melakukan pendalaman alur.
Kemudian, Muhamad Ihsan, Kepala Divisi Engineering Operational dan Excellence menyebutkan jika kegiatan penenggelaman rumpon dapat terlaksana atas kolaborasi antara PT. Timah bersama HNSI Bangka dan stakeholder lainnya.
“Kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan kepada lingkungan. Intinya ialah PT. Timah Tbk sebagai perusahaan tambang milik negara tetap bisa menjalankan tata kelola penambangan yang sesuai dengan aturan dan regulasi yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Apa yang telah dilakukan oleh PT. Timah Tbk hingga saat ini, menurut M Ihsan karena semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat. Namun, pihak PT. Timah Tbk juga sangat membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder yang ada.
Dirinya menegaskan, sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan pasca pertambangan yakni dengan membuat rumpon rumpon yang telah dikolaborasikan dengan pihak HNSI.
“Saya berharap rumpon-rumpon yang telah kami buat dan desain sedemikian rupa ini akan ditenggelamkan dititik yang telah ditentukan, dan nantinya dapat menjadi rumah baru untuk ikan-ikan berkembangbiak. Mudah-mudahan rumpon yang kita letakkan ini dapat memberikan rejeki lebih kepada nelayan. Kita ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada HNSI Bangka yang telah melakukan inisiasi dan ide sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama,” terangnya.
Ia katakan bahwa kedepan banyak program yang dapat dilakukan bersama-sama. Menyinggung penanaman mangrove di sekitar pesisir pantai yang ada di Sungailiat, pihaknya mengajak untuk melaksanakan secara masif dan berkelanjutan.
“Mari bangkitkan kembali ekosistem laut, supaya lingkungan yang ada di darat dan laut nantinya dapat lebih baik lagi kedepannya,” ajaknya.
Semenjak itu, Sekjend DPD HNSI Babel, Elly Rebuin juga menyampaikan agar PT. Timah juga memberikan support kepada HNSI di kabupaten lainnya yang ada di Babel. Ia mengajak untuk menenggelamkan rumpon sebanyak-banyaknya demi menjaga ekosistem laut karena di Babel adalah daerah pertambangan.
“Harapan saya adalah agar Pak Surya Darma (Kuncoi red.) segera mengaktifkan Koperasi Berkah Cahaya Laut dalam sinergitas pertambangan, lingkungan hidup dan nelayan. Semoga gerakan penenggelaman rumpon ini bisa menyelamatkan lingkungan hidup di laut tanpa menciderai kepentingan lain,” pungkasnya.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.