Kantor Pertanahan Basel Gelar Sidang GTRA, Kepala BPN Abdul Sebut Tahun 2025 Program Redistribusi Tanah Tetap Dilanjutkan

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar sidang gugus tugas reforma agraria (GTRA) pada Senin (9/12/2024).

Acara yang digelar di Ruang Gunung Namak tersebut juga dihadiri langsung Kepala BPN Bangka Selatan, Abdul Rahman Irianto, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Selatan, Hepi Nuranda, Plt Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan Risvandika, Kepala Dinas PUPR Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, para Camat serta sejumlah Kepala Desa yang ada di Bangka Selatan.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka usulan penetapan objek dan subjek redistribusi tanah Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2024.

Seusai kegiatan, Kepala BPN Bangka Selatan, Abdul Rahman Irianto mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah sidang GTRA bagian dari penugasan program legalisasi aset bekas kawasan pelepasan kawasan hutan yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka Selatan.

“Jadi tahun ini ada 200 bidang, Sesuai target kita semuanya berasal dari pelepasan kawasan hutan,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, ada 2 desa yang dilakukan pelepasan kawasan hutan yakni Desa Keposang dan Desa Tepus. Diharapkan untuk 2 desa tersebut untuk tindak lanjutnya itu adalah akan segera terbit hak-hak masyarakat, sertifikatnya bisa diterbitkan.

“Untuk tindak lanjut itu adalah akan segera terbit hak-hak masyarakat, seperti sertifikatnya bisa segera kita terbitkan. Dan tentu harapannya dilanjutkan dengan akses reformanya diberi akses permodalan serta diberikan perbaikan-perbaikan infrastruktur baik itu jalan maupun perumahan dan sebagainya,” tutur Abdul Rahman Irianto.

Dijelaskannya, Bahwa untuk di tahun 2025 sendiri itu tetap mengadakan program redistribusi tanah. Dan juga tetap fokus terhadap pelepasan kawasan hutan.

“Cuman untuk targetnya mungkin hanya 100 bidang tanah. Tapi diluar itu kegiatan kita juga ada yang namanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) melingkupi Kabupaten Bangka Selatan. Dan kita target serta prioritaskan tahun 2025 itu PTSL ada di Pulau Pongok dan Toboali sekitarnya,” ujarnya.

“Dan nantinya silahkan dibuka akses seluas-luasnya kepada desa yang ingin mengikuti program PTSL tersebut,” pungkasnya.

Dikatakan Abdul Rahman Irianto, Bahwa untuk luasan bidang PTSL sendiri yakni untuk target tahun depan yaitu 3000 bidang tanah. Dan untuk lokasi pelepasan kawasan hutan pada tahun depan rencananya lokasinya itu ada di Desa Nangka. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.