Oleh : Dinda Yoana Mahasiswa Universitas Bangka Belitung
ERANEWS.CO.ID — Pendidikan merupakan hak yang dimiliki oleh setiap warga negara di Indonesia. Sesuai dengan yang tercantum pada UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”.
Melalui pendidikan, membantu setiap orang untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan diri dengan potensi yang dimilikinya untuk keberlangsungan hidup kedepannya.
Jadi, dapat disimpulkan pendidikan memberikan bekal pada individu untuk keberlangsungan hidup kedepannya.
Di Indonesia sendiri, pendidikan yang ditempuh dimulai dari pendidikan taman kanak – kanak (TK), pendidikan sekolah dasar (SD), pendidikan menengah pertama (SMP), pendidikan menengah atas (SMA), dan perguruan tinggi.
Namun, tidak semua orang menempuh pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi seperti tingkat perguruan tinggi. Jika dilihat berdasarkan data yang ada, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia tidak merata, terdapat provinsi dengan APK yang tinggi dan diikuti oleh provinsi dengan APK terendah. Pada tulisan kali ini akan menyoroti provinsi dengan APK perguruan tinggi yang rendah.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi dengan APK perguruan tinggi terendah adalah Kepulauan Bangka Belitung 14,85% pada tahun 2022. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri telah menempati posisi terendah se-Indonesia sejak tahun 2015.
Melihat fakta ini, perlu disoroti mengapa masyarakat di Bangka Belitung memiliki partisipasi yang rendah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi. Menyitir dari website babelprov.go.id (https://serumpun.babelprov.go.id/minimnya-minat-generasi-muda-melanjutkan-pendidikan-ke-perguruan-tinggi-ini-langkah-pemprov-babel) menurut BPS, yang menjadi faktor rendahnya APK pendidikan tinggi di Bangka Belitung 37,3% untuk pekerjaan, 18% sudah merasa cukup dengan tingkat pendidikan sampai SMA/SMK, 17,3% menikah, 16,5% tidak memiliki biaya, dan 10,7% karena alasan lainnya.
Berdasarkan faktor – faktor di atas didominasi oleh mencari pekerjaan. Padahal, dengan melanjutkan tingkat pendidikan ke perguruan tinggi juga dapat melatih dan membantu mengembangkan diri seseorang. Skill dan pengetahuan yang didapatkan dari kuliah dapat digunakan dalam mencari pekerjaan maupun dalam kedelannya.
Pendidikan yang tinggi tentu memberikan akses mudah dalam menggapai beberapa hal seperti pekerjaan. Selain itu dapat memajukan pemikiran masyarakat, contohnya dapat menghilangkan salah satu pemikiran mengenai perempuan yang tidak perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi dikarenakan pada dasarnya akan berakhir menjadi ibu rumah tangga.
Oleh karena itu, pemerintah Bangka Belitung dapat memberikan sosialisasi berupa pemahaman terhadap pentingnya dan manfaat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, pemerintah juga dapat menyediakan ataupun menginformasikan beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya bagi mereka yang terkendala di ekonomi. Serta berbagai bentuk upaya lainnya yang dapat mendorong persentase APK perguruan tinggi di Bangka Belitung.
(*)



















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.