BANGKA, ERANEWS.CO.ID — kontra terhadap keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) di Laut Matras kabupaten Bangka, para nelayan diwilayah tersebut melakukan aksi simbolik dengan membuat makam diatas pasir pantai matras dengan bertuliskan “Rip Bupati Kami”, Kamis (17/12/20).
Aksi Itu dilakukan nelayan lantaran kecewa dengan sikap kepala daerah di wilayah tersebut.
Salah satu perwakilan dari nelayan yang bertahan di Pantai Matras mengatakan dihadapan wartawan bahwa gundukan pasir memanjang mirip makam itu adalah simbol kuburan milik kepala daerah.
“Itu sebagai bentuk kekecewaan. Kami lihat Bupati tidak perduli, tak ada perhatian hadir ke Matras menemui kami untuk mencari solusi. Namun di kampung sebelah dia datang untuk bagi-bagi sembako,” ungkapnya.
Saat ada rapat di Komisi IV DPR RI kemarin kata perwakilan dari nelayan ini dia pun tidak hadir. Padahal itu rapat yang salah satunya membahas nasib kami yang merupakan rakyatnya.
“Saya dengar pada saat rapat tersebut bupati ada acara hari Distabilitas,” tuturnya.
Terlihat diatas gundukan pasir mirip makam tersebut, selain terdapat nisan bertuliskan RIP Bupati kami, juga diletakkan sebuah helm usang berwarna putih kusam serta rangkaian bunga rampai yang sudah layu diatas gundukan pasir seperti makam tersebut.
Menurut para nelayan, saat kunjungan Komisi IV DPR RI lalu, makam itu sudah ada, namun itu tidak terlihat oleh rombongan, karena langsung menuju perahu.
(eranews/eq)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.