Penyalahguna Narkoba adalah Korban, BNN Hadir ke Sekolah- Sekolah Berikan Edukasi

BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka kembali memberikan edukasi dan pendalaman pemahaman terkait penyalahgunaan narkoba disejumlah SMA/SMK di wilayah kabupaten Bangka.

Edukasi yang diberikan oleh BNN merupakan salah satu kegiatan sekolah dalam rangka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2021-2022 bagi calon peserta didik.

Dua diantara sekolah yang menerima materi dari BNN Bangka adalah SMAS Setia Budi Sungailiat dan SMK Negeri 1 Mendo Barat.

Dalam kesempatan inj, Selasa (13/07/21) kepala BNN Bangka Eka Agustina secara langsung ikut memberikan materi kepada para peserta MPLS.

Eka menjelaskan, kegiatan positif semacam ini harus mendapat dukungan secara penuh oleh pemerintah dan pihak terkait khususnya (BNN). 

Seperti yang sudah-sudah kata dia pengenalan kampus identik dengan ospek, perpeloncoan, dan akhirnya berindikasi tindakan bullying atau perundungan.

Tentu, hal tersebut tidak senada dengan visi misi dunia pendidikan Indonesia.

“Sudah saatnya dunia pendidikan kita maju, berprestasi, memiliki integritas, menciptakan kegiatan positif sehingga dengan sendirinya akan menciptakan sumber daya yang bernilai seperti yang dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di kabupaten Bangka saat ini,” jelasnya.

Dihadapan para peserta MPLS Eka mengatakan bahwa ancaman narkoba sudah didepan mata khususnya kepada para millenial dan remaja.

Eka mengajak anak-anak peserta didik agar tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu narkoba melalui ajakan teman, rekan satu kelas, teman sepermainan, atau bisa jadi orang yang baru kita kenal.

“Narkoba itu pada prinsipnya tidak ada sisi positif dan menguntungkan, semua negatif dan merugikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, prevalensi atau tingkat penyalahguna kategori remaja dan pemuda tergolong sangat tinggi di Indonesia khususnya di kabupaten Bangka.

“Prevalensi sudah tinggi, ya jangan kalian tambahkan lagi dengan kobodohan ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba biar diakui lingkungan dan dibilang tren. Itu cara kuno dan tidak pantas, ” terangnya kepada para peserta MPLS dan pengurus OSIS.

Ia menambahkan ciri-ciri seseorang yang berindikasi sebagai penyalahguna narkoba diantaranya sering berbohong, bengong, mencuri, menjual barang dengan harga murah, sering ngantuk, dan tampilan fisik yang tak menarik.

Namun, disamping itu ia berharap kepada calon peserta didik untuk senantiasa mengedepankan prestasi, harumkan nama baik keluarga dan sekolah, serta berlomba-lomba dalam hal positif.

“Saya yakin, anak-anak di sekolah ini semua nya bersih dari narkoba. Semuanya pintar-pintar dan anak baik. Berikan nilai positif untuk diri sendiri, jangan rusak nama besar sekolah dan maupun yayasan. Kami di BNN pun mendukung sepenuhnya bila SMA Setia Budi Sungailiat yang menjadi salah satu sekolah yang bersih narkoba (Bersinar),”  tutupnya.

Sementara di tempat berbeda, Alfi Riyadi selaku Penyidik BNN Bangka turut mendukung program sekolah yang mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait penyalahgunaan narkoba.

Alfi mengatakan kepada peserta MPLS SMK Negeri 1 Mendo Barat agar ikut partisipatif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan cara menghindari pergaulan bebas, tidak ingin mencoba, serta paham dengan sanksi hukum, sosial, maupun agama.

Alfi pun turut menyayangkan, jika ada pihak sekolah yang memvonis sebelah pihak dengan cara mengeluarkan siswa dari sekolah yang menjadi  korban penyalahguna narkoba.

“Harusnya, siapapun yang menjadi korban harus di bantu dan difasilitasi agar pulih dan mendapat pembinaan yang layak sehingga si korban tidak terjun ke lubang yang sama,” ucapnya,

Hal senada pun turut di sayangkan oleh kepala SMK Negeri 1 Mendo Barat Komariah.

“Semoga tidak ada lagi terjadinya kasus dropout peserta didik yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, mereka harus kita bimbing, bina, dan arahkan,” katanya.

(eranews/sumber Hum BNNK Bangka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.