TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Pasca penetapan sopir pengangkut pasir timah menjadi tersangka, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Norman Adjis angkat bicara.
Ia meminta Dit Polairud Polda Bangka Belitung untuk mengungkap siapa dibalik pemilik dari biji pasir timah 6,9 ton tersebut.
Hal itu disampaikan langsung Ketua PPM Bangka Selatan Norman Adjis saat dikonfirmasi melalui via telepon.
“Kami berharap jangan hanya sopir, sopir itu hanya mencari makan dan bekerja kepada bos besar,” sebut Man Murai sapaan akrabnya, Kamis (22/12/2022).
Dirinya menuturkan dalam hal ini aparat penegak hukum (APH) yang jadi targetnya itu adalah bos besarnya dari pemilik biji pasir timah tersebut.
“Jadi targetnya itu bos besar, bukan sopir, karena kepemilikan biji pasir timah tersebut jelas ada bos besar jangan yang kecil dijadikan tumbal,” tegasnya.
Dirinya juga prihatin dengan ditetapkannya sopir pengangkut dari biji pasir timah tersebut.
“Tentunya sangat prihatin sekali karena mereka punya keluarga, karena Abang juga ini mantan sopir jadi paham kondisinya seperti apa,” ucapnya.
Dirinya berharap kepada pak Kapolda Bangka Belitung, kalau hanya dimintai keterangan sah-sah saja, tidak mungkin seorang sopir pasang badan.
“Tentunya tidak mungkin seorang sopir pasang badan, dan tidak mungkin juga timah-timah tersebut milik seorang sopir itu sendiri,” pungkasnya.
“Pokoknya harus dibongkar sampai ke akar-akarnya siapa kepemilikan 6,9 ton biji pasir timah tersebut, dan kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” terangnya. (EraNews/Leo)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.