TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 untuk tingkat Kecamatan Kepulauan Pongok, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid—menggabungkan tatap muka dan daring via Zoom—guna memperluas jangkauan partisipasi para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga unsur masyarakat umum.
Jajaran Bappelitbangda Bangka Selatan mengikuti agenda ini secara langsung dari Studio Perencanaan Pulau Kelapan.
Dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda, Ari Sutanto, tim tersebut turut didampingi Sekretaris Badan Siti Kautsariyah, Kabid Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Rian Ganesha, Kabid Sosial Budaya Maya Asmayani, serta Kabid Ekonomi Sumber Daya Alam Tarulina Lumban Raja.
Musrenbang ini menjadi tahapan strategis dalam penyusunan RKPD sekaligus ruang partisipatif bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan prioritas. Ari Sutanto menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2027 akan berfokus pada penguatan konsep Green Economy dan Blue Economy.
Khusus untuk Kecamatan Kepulauan Pongok, Ari memproyeksikannya sebagai motor penggerak Blue Economy (ekonomi biru) Bangka Selatan. Strategi ini mencakup:
Penguatan sektor perikanan: Optimalisasi perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan.
Infrastruktur & Wisata: Peningkatan kualitas infrastruktur maritim serta pengembangan wisata bahari berbasis konservasi.
Kesejahteraan: Diversifikasi produk kelautan untuk memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
”Kepulauan Pongok sangat strategis. Potensi lautnya harus mampu memberikan nilai tambah sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem,” ujar Ari.
Selain fokus pada ekonomi maritim, Ari menambahkan bahwa prioritas daerah secara umum tetap tertuju pada peningkatan kualitas SDM, penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM, serta pemerataan pembangunan. Ia menekankan bahwa status sebagai wilayah kepulauan tidak boleh menghambat akses masyarakat terhadap layanan dasar.
”Masyarakat di pulau-pulau harus merasakan akses infrastruktur dan pelayanan yang setara dengan wilayah daratan,” tegasnya.
Sebelumnya, rangkaian Musrenbang ini telah digelar di Kecamatan Air Gegas (9 Februari) dan Kecamatan Payung (10 Februari). Berbeda dengan Pongok, kedua kecamatan tersebut diarahkan pada penguatan Green Economy (ekonomi hijau).
Kecamatan Payung dan Air Gegas diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pertanian berkelanjutan, hilirisasi komoditas lokal, serta penguatan UMKM ramah lingkungan.
Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap selaras dengan pelestarian lingkungan dan ketahanan sumber daya alam di Bangka Selatan. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.