Informasi Aplikasi Bagi Pelaku Perjalanan Yang Tiba dan Masuk Wilayah Provinsi Babel

PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau kepada setiap orang pelaku perjalanan, baik pengguna moda transportasi laut (penyeberangan) maupun moda transportasi udara (penerbangan) untuk mengunduh aplikasi “PeduliLindungi” di telepon selulernya masing-masing.

Hal itu bertujuan sebagai bagian dari upaya memantau arus lalu lintas orang yang masuk khususnya maupun yang keluar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama dalam rangka pengendalian kasus untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

Penggunaan aplikasi FightCovid19.id oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini masih berlangsung dan ke depan akan melebur atau bergabung menjadi satu, terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

Kepada pelaku perjalanan yang tiba/masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemakaian atau pemasangan gelang pemantauan masih diberlakukan dengan beberapa perubahan dan pengecualian.

Penanganan pandemi Covid-19 adalah kerja bersama. Oleh sebab itu, penanggulangan bencana nonalam ini musti dilakukan dengan saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi. Tanpa itu, upaya kita bersama dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal.

Dengan tingkat bebas Covid-19 atau kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung per hari ini, Sabtu 4 Juli 2020, yang mencapai 85,71%, maka kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada tim medis, tenaga kesehatan, dokter, perawat, satgas penegakan disiplin Protokol Kesehatan Covid-19, dan para relawan, yang sudah berjibaku, berjuang dengan tegar, serta merespon secara cepat dalam melakukan perawatan, penanganan, pengendalian, dan pemantauan Covid-19.

Pencapaian ini tentu saja berkat kerja semua pihak dan kesadaran serta kepedulian dari masyarakat yang terus konsen dan konsisten, turut serta memberi andil dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terbukti bahwa tracking yang proaktif, tracing yang agresif, testing yang massif, serta treatment yang optimal, terukur, dan disiplin membuat mereka yang menjalani perawatan atau diisolasi di wisma karantina dalam waktu yang relatif singkat bisa sehat dengan cepat dan dinyatakan bebas Covid-19. Semangat optimisme dan “positive thinking” musti digelorakan, sebagaimana motto: “Yang sakit harus sembuh, yang sehat harus tangguh”.

Sudah sepatutnya ini menjadi motivasi bagi kita semua masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terus menjaga soliditas dan merawat solidaritas dalam ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 maupun kesiapsiagaan menanggulangi pandemi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain komunikasi intens dan koordinasi lintas sektoral khususnya antara Gugus Tugas Kabupaten/Kota dengan Gugus Tugas Provinsi, komitmen Kepala Daerah sebagai pimpinan Gugus Tugas di daerah adalah juga kunci penting dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 ini, mengingat saat ini kita sedang berada di tengah situasi dan fase menuju tatanan kehidupan baru (new normal life) yang produktif dan aman.

Adalah fakta bahwa selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi, dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor (imported case), namun sudah terjadi kasus transmisi lokal (local transmission) yang cukup banyak.

Hal ini musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah, harus tetap awas dan peduli, namun jangan pula panik berlebihan.

Karenanya, kedisiplinan kita dalam menerapkan Protokol Kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer) terutama di tempat umum, fasilitas publik, dan tempat keramaian, seperti rumah ibadah, kantor, obyek wisata, pasar dan mal atau supermarket; serta mempraktikkan pola dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah salah satu kunci pencegahan agar kita, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat kita, tidak menjadi “carrier/vektor” (pembawa virus atau sumber penular virus) dan bahkan menjadi korban atau orang yang terpapar Covid-19.

(eranews/sumber:GTPPC-19 Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.