DBD Mengintai, Pemkab Bateng Gerak Cepat Cegah dan Tangani Secara Lintas Sektoral

KOBA, ERANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebanyak 308 kasus dengan empat kematian mendorong Pemkab menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Gedung Sekretariat Daerah, Kamis (17/07/2025), sebagai langkah konkret pencegahan dan penanggulangan.

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Setdakab Bateng, M. Anas Ma’ruf, mewakili Bupati Bangka Tengah. Turut hadir Ketua TP-PKK Bateng, Eva Algafry, Kepala Dinas Kesehatan Bateng, Zaitun, perwakilan perangkat daerah, perwakilan kecamatan, puskesmas, dan perwakilan sekolah tingkat dasar (SD) se-Bangka Tengah.

Pemkab Bateng menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan secara kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, M. Anas Ma’ruf menyampaikan keprihatinannya atas peningkatan kasus DBD dan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam menanggulangi penyebaran penyakit tersebut.

“Saat ini kita patut prihatin dengan meningkatnya kasus DBD di Bangka Tengah. Penyakit ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh sektor yang hadir untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan termasuk dalam penanganan kasus DBD seperti; penguatan sistem kesehatan, peran serta lintas sektor, keterlibatan masyarakat yang berkesinambungan, serta penguatan kebijakan manajemen program dan kemitraan.

“Pencegahan DBD membutuhkan partisipasi aktif dari semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk,” tegas Anas.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Bateng sekaligus Ketua Tim Pembina UKS Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry, mengajak semua pihak untuk melakukan langkah konkret melalui edukasi dan sosialisasi ke masyarakat yang dapat dikoordinasikan oleh kecamatan dan puskesmas di wilayah masing-masing.

“Kita bisa mulai dari rumah masing-masing dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas secara rutin,” jelas Eva.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media massa, media sosial, dan penyuluhan langsung.

Kepala Dinas Kesehatan Bateng, Zaitun, dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya agar rakor ini dapat menghasilkan program nyata yang memberi dampak pada penurunan kasus DBD.

“Kami berharap seluruh pihak yang hadir dapat mendukung melalui program dan inovasi yang mampu berkontribusi dalam penanggulangan kasus DBD di Bangka Tengah,” ucap Zaitun.

Adapun sejumlah program yang disampaikan oleh tim Dinkes Bateng antara lain: pelaksanaan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) anak sekolah, inovasi pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk, penggunaan ikan pemakan jentik, penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta pengaktifan program Siperintis (Aksi Periksa Jentik Dirumah Sendiri).

* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.