Ini Tuntutan Warga Kecamatan Air Gegas Terhadap Pelaku Pelecehan Anak



TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Ratusan warga yang tergabung Permusyarawatan dan persatuan pemuda Desa Kecamatan Air Gegas melakukan aspirasi solidaritas aksi damai atas kasus hukum pelecehan sexsual di halaman Kantor Polres Bangka Selatan, Senin ( 17/01/22).

Ratusan masyarakat yang hadir dalam Aksi solidaritas tersebut, merupakan bentuk rasa kepedulian dan rasa kemanusiaan atas kasus pelecehan sexsual terhadap anak yang terjadi di wilayah Bangka Selatan beberapa pekan lalu.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Joko Isnawan mengatakan, dirinya sangat senang atas kehadiran masyarakat kecamatan Air Gegas dengan memberikan dukungan terhadap Polres Bangka Selatan untuk mengusut tuntas kasus hukum tindak pidana pelecehan sexsual pada anak ini.

” Saya sangat bahagia sekali atas kunjungan masyarakat di tempat ini, saya beserta jajaran sangat berterima kasih sudah memberikan kepercayaan dan semangat kepada kami, saya akan mengusut tuntas kasus predator anak sampai ke akarnya sehingga tidak terjadi lagi di kasus anak di Kabupaten Bangka Selatan,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, dirinya meminta kepada masyarakat Kecamatan Air Gegas untuk tidak melakukan tindakan Bullying terhadap korban maupun keluarga yang sedang tertimpa kasus pelecehan saat ini.

“Kita harus introspeksi diri kita masing masing jangan sampai lalai terhadap anak, mari kita sama sama bantu dan memulihkan keadaan ini, jangan dikucilkan serta jangan menceritakan Kejadian ini kesana kesini, anggap saja tidak terjadi apa apa terhadap anak maupun keluarga yang tertimpa masalah ini,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum ABPDNAS Kabupaten Bangka Selatan Husriyanto menyebutkan, bahwa pihaknya bersama masyarakat akan terus mengawal perkembangan kasus hukum tindak pidana pelecehan sexsual terhadap anak ini agar mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanya.

“Kami minta kasus ini dapat di tegakkan dengan seadil adilnya sesuai dengan perbuatannya, saya berharap pelaku ini mendapatkan hukuman kebiri atau hukuman mati sehingga kasus predator anak ini tidak terjadi lagi di Bangka Selatan,” pungkasnya. (EraNews/Leo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.