TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Terkait kisruh yang terjadi di Desa Serdang, lewat media sosial beberapa hari yang lalu diduga masalah jual beli lahan, Sabtu (2/3/2022).
Hal tersebut diketahui setelah beredarnya video lewat media sosial, dimana terlihat dalam video tersebut warga Desa Serdang beramai-ramai mendatangi lokasi yang telah digarap.
Salah satu warga Desa Serdang, Heri yang pada saat itu hadir di lokasi kejadian. Ia menyebutkan kericuhan tersebut bukan terkait masalah tambang melainkan terkait dugaan jual beli lahan.
“Masyarakat protes itukan masalah jual beli hutan menurut kami, Kok bikin jalan tidak ada izin, mereka beli lahan dengan siapa,” ungkap Heri saat dikonfirmasi via handphone tadi malam.
Ia juga meminta Satgas Mafia Tanah agar dapat mengusut dugaan jual beli lahan tersebut.
“Kalau nonton diberita kan ada pengusutan-pengusutan mafia tanah, jadi menurut kami itu kan kejadian mafia tanah kayaknya seperti itu, jadi kami berharap kepada aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti dugaan jual beli hutan itu,” sebutnya.
Sementara itu Camat Toboali Ansori menyebutkan Pihak Kecamatan akan segera turun ke lapangan untuk mengecek permasalah tersebut.
“Kami sempat lihat juga videonya di media sosial, nanti kami akan koordinasi dengan Kadesnya dan turun ke lapangan untuk mengecek permasalahannya,” bebernya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Apendi Kades Serdang belum menanggapi konfirmasi awak media terkait permasalahan tersebut, walaupun pesan WhatsApp awak media sudah dibaca oleh kades tersebut. (EraNews/Leo)
Warga Desa Serdang Minta APH Usut Mafia Tanah yang Jual Lahan Masyarakat














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.