Soroti Kerusakan Lingkungan, Dede Adam: DPRD Basel Seharusnya Usir Pembalak Liar, Bukan Ribut DJ

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Tokoh masyarakat Bangka Selatan, Dede Adam, melayangkan kritik tajam kepada anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan. Kritiknya ini muncul menyusul pernyataan salah satu anggota DPRD, Soni Dewangga, yang mempersoalkan penampilan DJ Sugara di Simpang Lima Toboali pada Sabtu (14/6/2025) malam.

Dede Adam mengakui bahwa fungsi kontrol sosial yang dijalankan wakil rakyat memang sah dan patut diapresiasi. Namun, ia menilai ada isu yang jauh lebih strategis dan mendesak yang seharusnya menjadi prioritas para legislator daerah.

“Benar, itu adalah hak kontroling mereka dan kami apresiasi. Tapi, apakah hanya itu yang layak disorot? Kenapa justru mereka diam terhadap persoalan yang menyangkut hajat hidup rakyat lebih luas, seperti kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS) Desa Bikang hingga Bendungan Mentukul,” tegas Dede Adam kepada awak media, Senin (16/6/2025).

Dede merujuk pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Basel yang digelar pada 22 April 2025. Dalam RDP tersebut, telah disepakati pembentukan tim gabungan untuk menindaklanjuti kerusakan ekosistem DAS.

Sayangnya, menurut Dede, hingga kini belum ada tindak lanjut maupun pernyataan resmi dari anggota DPRD mengenai progres kesepakatan tersebut.

“DAS itu sudah eksis sejak masa penjajahan Belanda. Sejak 1982, wilayah itu dikenal sebagai areal persawahan produktif yang menopang lumbung pangan Bangka Belitung. Tapi sekarang rusak parah dan tidak ada jaminan keberlanjutannya. Anehnya, DPRD malah senyap,” keluhnya.

Dede Adam menegaskan bahwa para wakil rakyat seharusnya lebih peka terhadap kerusakan lingkungan dan nasib petani, bukan justru fokus pada polemik penampilan DJ yang menurutnya masih dalam batas toleransi norma.

“Kalau ada orang merampok rumah kita dan kita diam saja, itu yang seharusnya dilawan. Bukan malah ribut soal DJ,” sindirnya.

Ia juga mengajak para anggota dewan untuk turut serta dalam upaya nyata melawan praktik pembalakan liar yang menyebabkan kehancuran ekosistem hulu-hilir.

“Mereka itu dipilih rakyat, bukan paduan suara yang hanya ikut arus kepentingan tertentu. Jangan buta dan tuli terhadap suara rakyat. Kalau benar mau berjuang, mari bersama kami usir para pembalak liar dari kawasan DAS,” tegas Dede.

Dede juga mengingatkan bahwa masyarakat dan LSM seperti dirinya tidak memiliki kepentingan politik atau ekonomi dalam isu ini.

“Kami hanya tidak rela negeri kami dihancurkan oleh oknum pejabat yang haus kekuasaan dan uang,” pungkasnya. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.