Setelah Viral dan Didatangi Aparat, Tambang Timah Ilegal di Toboali Kembali Beroperasi, Ada Apa

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Aktivitas tambang timah ilegal di tengah permukiman padat penduduk Tikung Yaden, Toboali, Bangka Selatan, kembali menjadi sorotan. Tambang yang diduga milik JE ini nekat beroperasi secara terang-terangan, seolah tak gentar dengan keberadaan aparat penegak hukum.

Ironisnya, meski Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Bangka Selatan telah berulang kali memberikan imbauan dan melakukan pengecekan langsung, kegiatan ilegal ini tak kunjung berhenti.

Suara mesin dompeng yang menderu pada Sabtu (17/5/2025) siang kembali mengusik ketenangan warga, memperlihatkan pekerja yang dengan leluasa mengeruk timah di lokasi yang berada tepat di belakang dan samping rumah warga.

“Sekitar semingguan lah mereka jalan, sebelumnya mereka sempet berhenti usai di beritakan dan di datangi oleh petugas. Nah sekarang jalan lagi,” ujar salah satu warga saat ditemui di lokasi.

“Tadi siang juga mece pakai excavator, tu PC nya di taruh di ujung sana,” lanjutnya, sembari menunjukkan ke arah alat berat.

Sebelumnya, pengecekan pada Sabtu, 19 April 2025 lalu hanya menemukan lokasi tambang dalam keadaan sepi. Namun kenyataannya, seperti permainan kucing dan tikus, para pelaku kembali beraksi begitu aparat pergi.

Dilansir berita sebelumnya, Sebuah video berdurasi 55 detik yang diunggah akun Facebook Lipita Ardiyanti pada Selasa (29/4/2025) lalu memperlihatkan dengan jelas suara bising mesin tambang yang menggema tanpa henti.

Video itu viral dalam hitungan jam, mengundang ribuan komentar pedas yang mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak tambang ilegal.

Merespons tekanan publik, aparat gabungan dari Unit II Sat Reskrim Polres Basel dan Kodim 0432/Basel pada tanggal 30 April 2025 lalu sekira pukul 15.00 WIB, kembali turun tangan.

Namun saat tiba di lokasi, yang ditemukan hanyalah dua unit alat tambang tanpa aktivitas. Seolah pelaku sudah lebih dulu mengetahui kedatangan petugas dan bersiap “menghilang”.

Setelah sempat terhenti beberapa minggu, tambang milik Juge kembali beroperasi di lokasi yang sama, pada hari ini Sabtu, 17 Mei 2025. Keberanian ini memunculkan tanda tanya besar: apakah ada yang melindungi aktivitas ilegal ini? Mengapa hukum seolah tumpul di hadapan tambang ilegal yang meresahkan warga?

Kini, masyarakat Toboali tak lagi puas dengan sekadar imbauan atau kunjungan aparat. Mereka menuntut tindakan nyata dan tegas. Bukan janji. Bukan formalitas.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. (EraNews/Tim5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.