BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, PMI Bangka bersama Remaja Surau Nurul Jannah Nelayan 1 Sungailiat, KPD Bangka, dan BKPRMI Bangka menggelar donor darah massal yang berlangsung di Surau Nurul Jannah Nelayan 1 Sungailiat, Minggu (11/04/21).
Di kesempatan ini, Perwakilan Komunitas Pendonor Darah (KPD) Bangka Endah, mengaku bersyukur atas lancarnya kegiatan dan peran semua pemuda dalam kegiatan.
“Alhamdulillah, dari kegiatan donor darah bersama hari ini, terkumpul 39 Kantong darah dari 44 calon pendonor yg terdaftar. Kami atas nama Komunitas Pendonor Darah Bangka mengucapkan terimakasih kepada semua Pendonor, relawan, panitia dan semua donatur,” kata Endah.
Dalam pelaksanaan kegiatan kali ini, setiap pendonor darah mendapatkan bingkisan beras 5 kg sebagai bentuk apresiasi dari penyelenggara kegiatan.
Kepala Markas PMI Bangka Haji Tego menuturkan, kegiatan ini dalam upaya untuk mendukung pemenuhan stok kebutuhan darah di Kabupaten Bangka yang mana stok darah selalu kurang dan dibutuhkan.
” Alhamdulillah, antusias masyarakat termasuk generasi muda cukup tinggi, dan semoga ini dapat membantu untuk mencukupi stok darah di kita,” Katanya.
Menurut Tego, kegiatan donor darah ini juga merupakan bentuk jemput bola dalam mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat dalam peduli mendonorkan darahnya.
” Kalau kita menunggu pendonor datang ke PMI kan sekarang cukup sulit, jadi masih minim, dan dalam upaya pemenuhan itu ya kita menggelar donor darah ini, apalagi ini kan akan menghadapi puasa yang biasanya sesikit masyarakat kita yng mau berdonor,” jelasnya.
Tego menambahkan, terkait pemenuhan stok darah di bulan puasa, pihaknya juga akan melakukan koordinasi kepada komunitas Pemuda Budha, yang biasanya setiap tahun selalu menjadi alternatif dalam hal pemenuhan stok darah di PMI Bangka.
” Jadi untuk pemenuhan stok puasa ini merupakan donor massal terakhir kita, namun kita juga berkolaborasi bersama Pemuda Budha yang biasanya mereka rutin dalam bulan puasa untuk menutupi kekurangan darah selama bulan puasa, ini akan kita koordinasikan,” pungkasnya,
Kaling nelayan 1, abdullah ahadi menambahkan, dampak dari pandemi covid-19 ini bukan berarti menghentikan segala kegiatan, melainkan suatu tantangan untuk berinovasi dan berkreasi guna melaksanakan kegiatan yang bernilai positif.
“Meskipun kita dengan kondisi yang kurang aman dan nyaman bukan berarti kita tidak bisa untuk berkegiatan, melainkan harus berkreativitas untuk kepedulian sesama. Yang kita harapkan kegiatan ini untuk mendapatkan keridhoan dari Allah SWT,” ujar dia.
(eranews/eq)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.