Ratusan Pohon Kelapa Sawit Dirusak, PT FAl Resmi Lapor ke Polres Basel

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Polres Bangka Selatan menerima adanya laporan dari PT Fenyen Agro Lestari (PT Fal) terkait pengerusakan sejumlah pohon kelapa sawit yang diduga dilakukan oleh oknum yang tak dikenal (OTD).

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Tiyan Talingga melalui KBO Reskrim Polres Bangka Selatan Iptu William Situmorang membenarkan bahwa PT Fal melaporkan terkait dengan pengerusakan kebun sawit tersebut.

“Jadi benar, hari ini menerima pelaporan dari PT Fal tentang pengerusakan kebun sawit yang dilihat oleh beberapa orang pegawainya,” ungkapnya kepada wartawan.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini Polres Bangka Selatan telah memanggil pihak manajer kebun PT Fal dan kedua pegawai PT Fal yang melihat segerombolan orang masuk ke areal perkebunan PT Fal dan setelah itu terlihat beberapa sawit telah tercabut dan rusak.

“Dengan total pohon sawit yang rusak, 150 batang di tebang dan 350 batang dirusak,” sebutnya.

Lanjutnya, saat ini pihak Polres Bangka Selatan akan melakukan proses olah tkp dan lalu penyelidikan serta pemanggilan sejumlah saksi lainnya untuk menguatkan laporan tersebut.

Sementara itu Humas PT Fal Roni Sinaga mengatakan, bahwa menurut info dari manajer kebun pada senin 17 Juli 2023 lalu, dirinya melihat segerombolan orang sekitaran 30 orang, lalu pegawai PT Fal melanjutkan pekerjaannya lagi.

“Dan betapa terkejutnya, kedua pegawai tersebut melihat pohon sawit banyak yang rusak bahkan tercabut dari tanah,” ujarnya.

Ia menuturkan, setelah adanya kejadian ini pihaknya pada sabtu 22 Juli Tahun 2023 langsung melapor ke pihak Polres Bangka Selatan atas kejadian tersebut, dan pada hari ini kedua pegawai serta manajer kebun di periksa sebagai saksinya.

“Karena jumlah pohon sawit yang dirusak sekitar 1300 batang, jadi pihaknya melaporkan kejadian ini,” tukasnya.

Masih kata Roni Sinaga, bahwa pihaknya tidak tahu apa motif terkait pengerusakan tersebut, dan pihaknya juga masih menerima apabila terkait pengerusakan ini diselesaikan secara musyawarah dengan pihak perusahaan.

“Kami pihak perusahaan masih menerima apabila ingin diselesaikan secara musyawarah karena memang kita ingin merangkul masyarakat, karena memang para pekerja di PT Fal rata rata dari Desa Sekitar, seperti Serdang, Jeriji dan Kepoh,” pungkasnya. (EraNews/Leo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.