Pilkada Ulang 2025 Di Bangka Dan Pangkalpinang : Momen Evaluasi, Gagasan, dan Harapan Baru

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Tahun 2025 menjadi panggung penting bagi demokrasi lokal di Pulau Bangka. Pilkada ulang akan digelar di kabupaten Bangka dan kota Pangkalpinang. Kedua daerah ini bukan hanya berdekatan secara geografis, tetapi juga saling memengaruhi secara ekonomi dan sosial. Maka, kualitas kepemimpinan yang terpilih di kedua wilayah akan menentukan arah pembangunan Pulau Bangka secara keseluruhan.

Figur dan Peluang: Semua Masih Terbuka

Di Kabupaten Bangka, nama-nama seperti Mulkan, Imam Wahyudi, Fery Insani, hingga Rato masuk dalam radar publik. Sementara itu, di Pangkalpinang, muncul kembali tokoh-tokoh besar seperti Maulan Aklil (Molen), Basid Sucipto (Basid Cinda ),Prof. Safarudin, Brigjen TNI (Purn) dr. Ismi Purnawan, hingga nama-nama segar seperti Rio Adiwijaya dan Ahmad Amir.

Seluruh kandidat yang muncul, baik yang berpengalaman maupun yang masih baru di panggung pilkada, memiliki peluang yang setara. Tak ada yang dominan secara mutlak. Semua masih bisa memperkuat elektabilitas, tergantung pada konsistensi gagasan, kerja politik yang terukur, dan kemampuan merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Yang penting disadari adalah: setiap calon membawa kelebihan, namun juga tidak luput dari kekurangan. Ada yang kuat dalam birokrasi, namun perlu lebih membumi. Ada yang punya gaya populis, tapi perlu memperkuat visi jangka panjang. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang.

Tantangan Daerah: Solusi Konkret Dibutuhkan

Di Kabupaten Bangka, isu seperti penataan parkir di Pasar Kite Sungailiat, pengelolaan pedagang kaki lima, serta infrastruktur desa menjadi masalah nyata yang dirasakan warga sehari-hari.

Di Kota Pangkalpinang, problem serupa muncul dalam bentuk yang berbeda: kemacetan di pusat kota, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan ruang publik yang inklusif. Hal-hal ini menuntut kepemimpinan yang solutif, bukan sekadar retoris.

Publik tidak lagi cukup dengan janji dan baliho. Mereka ingin tahu apa visi konkret para kandidat untuk lima tahun ke depan. Apakah punya peta jalan? Apakah programnya realistis dan relevan?

Paralel Jalan Menuju Kepemimpinan Baru

Meski berbeda wilayah administratif, arah kepemimpinan Bangka dan Pangkalpinang idealnya berjalan paralel: saling mendukung dalam membangun kawasan pesisir timur Pulau Bangka sebagai poros ekonomi, pendidikan, dan budaya. Sinergi antar-pemimpin sangat penting untuk menuntaskan agenda besar pembangunan lintas wilayah.

Misalnya, jika Pangkalpinang ingin memperkuat sektor jasa dan perdagangan, maka Kabupaten Bangka harus memperkuat sisi hulu ekonomi—seperti pertanian, pariwisata, dan logistik. Untuk itu, pemimpin daerah yang terpilih harus cakap membangun kolaborasi, bukan ego sektoral.

Penutup: Rakyat sebagai Hakim Akhir

Pilkada 2025 adalah ruang demokrasi yang seharusnya memberi ruang sehat bagi pertarungan gagasan, bukan hanya soal kekuatan logistik. Semua calon, baik dari kalangan incumbent, teknokrat, maupun muda visioner, memiliki peluang yang sama untuk menang—asal mau terbuka terhadap evaluasi dan berani menawarkan solusi.

Masyarakat kini semakin cerdas dan kritis. Mereka tak lagi memilih berdasarkan kebiasaan, tapi pada siapa yang paling mampu hadir menyelesaikan masalah, bukan sekadar hadir di spanduk.

Inilah saatnya pemimpin sejati muncul. Yang bukan hanya ingin menang, tapi juga siap bekerja.

Oleh: Aboul A’la Almaududi, SH
Ketua PD Inaker Bangka Belitung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.