BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Dalam rangka memperingati HUT HNSI yang ke 52 tahun, DPD HNSI Babel dan DPC HNSI Bangka menggelar seremoni potong kue dan bagikan paket sembako ke masyarakat pesisir di Kawasan Nelayan, Sungailiat – Bangka, Kamis (22/5/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Harian DPD HNSI Bangka, Ashari mengatakan dengan bertambahnya usia HNSI, organisasi ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan nelayan di provinsi Babel khususnya dan nelayan seluruh Indonesia pada umumnya, maju dalam arti pendidikan, kesejahteraan serta kesehatan.
“Sebagai organisasi nelayan tertua dan terbesar di Indonesia haruslah kita sadar serta menjembatani ataupun penyambung lidah bagi nelayan kepada pemerintah pusat ataupun daerah. Adapun dinamika yang terjadi dalam organisasi yaitu dualisme di tingkat provinsi dan kabupaten kita anggap saja ini sebagai pendewasaan dalam berorganisasi,” jelasnya.

Menurut Azhari, dinamika yang terjadi saat ini sudah selayaknya diserahkan kepada pusat dengan kuasa hukumnya, dan tugas didaerah saat ini adalah perbuat untuk nelayan bukan menjadikan nelayan sebagai objek untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok.
“Secara pribadi saya ingatkan kepada kawan-kawan janganlah kita berkecil hati dengan profesi dan kemampuan kita dalam berorganisasi karena kesemuanya itu hanyalah perkara waktu akan tetapi jujur dan tulus dalam melayani itu yang penting. Kita inginkan roda organisasi ini berjalan dengan sehat tanpa ada intervensi yang bertolak dari kepentingan nelayan, organisasi ini haruslah sesuai dan sejalan dengan arahan ketua kita Bang Ahim,” terangnya.
Sementara Lukman selalu Ketua DPC HNSI Bangka juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan arahan dari Ketua DPD HNSI Babel untuk melaksanakan perayaan serentak di seluruh kabupaten kota. Tahun ini HNSI pusat mengusung tema “Nelayan Sebagai Motor Penggerak Swasembada Pangan Nasional”.
“Perayaan ini bukan hanya sekedar bentuk rasa syukur, tetapi sebagai momentum refleksi terhadap kondisi nelayan kita. Tema yang diangkat oleh DPP HNSI Pusat ini jelas menggambarkan peran vital nelayan dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Lukman menyinggung bahwa banyak persoalan kompleks yang dihadapi oleh nelayan, mulai dari aspek hukum, ekonomi hingga kerusakan lingkungan. Ia menyebutkan saat ini banyak nelayan di Bangka rentan dimanfaatkan oleh pihak pihak tak bertanggung jawab, seperti dalam permasalahan kepentingan disektor pertambangan.
Untuk itu, HNSI Bangka menyerukan kolaborasi yang kuat antara pemangku stakeholder terkait khususnya kepada PT. Timah Tbk. Pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun langkah langkah yang antisipatif dan solutif.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan perusahaan negara maupun swasta untuk memperbaiki nasib para nelayan kita. Mereka adalah garda terdepan dalam ketahanan pangan laut Indonesia. Kita juga akan menghadiri perayaan puncak HNSI ke 52 yang akan digelar di Muara Angke, Jakarta pada hari Senin tanggal 26 Januari 2025 nanti,” pungkasnya.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.