Pemerintah Daerah dan TNI Bersinergi Lawan ‘Bullying’ Dengan ‘Retreat’ Kepala Sekolah​

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengambil langkah berani dan inovatif dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan memberantas kasus perundungan (bullying) di sekolah.

Melalui sinergi luar biasa antara Pemerintah Daerah dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0432 Bangka Selatan, sebanyak 134 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta wajib mengikuti retreat intensif di lingkungan militer.

​Kegiatan ini diklaim sebagai yang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi maraknya kasus kekerasan dan perundungan yang terjadi belakangan ini.

​“Maraknya perundungan di sekolah tidak boleh dianggap sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Kasus tersebut harus dibaca sebagai indikator bahwa ada pola pengasuhan, kepemimpinan, atau budaya sekolah yang perlu diperkuat,” ujar Hefi Nuranda pada Senin (17/11/2025).

​Pembinaan Kepala Sekolah dinilai sebagai titik masuk yang paling strategis. Retreat ini sengaja diadakan di lingkungan militer untuk menanamkan disiplin dan karakter kepemimpinan yang tangguh.

Materi yang diberikan tidak hanya mencakup latihan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga fokus pada:
​Kekompakan dan Solidaritas, ​Loyalitas dan Keteladanan, ​Mental Tangguh dan
​Kemampuan Mengelola Konflik Pendidikan.

​Nilai-nilai ini diyakini mampu membentuk pemimpin sekolah yang adaptif dan visioner dalam menghadapi dinamika peserta didik di era digital.

​Untuk memastikan efektivitas pembinaan, 134 kepala sekolah dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama (67 peserta) berlangsung pada 17–19 November 2025, dan Gelombang kedua (67 peserta) pada 19–21 November 2025.

​Selama kegiatan, para kepala sekolah menjalani rangkaian pembinaan intensif yang menggabungkan pendekatan fisik, mental, dan kepemimpinan, termasuk latihan baris-berbaris, materi kewaspadaan lingkungan, dan diskusi mendalam tentang pola pengawasan dan pencegahan perundungan di sekolah.

​“Lewat retreat ini disiplin, kekompakan, loyalitas dan lain sebagainya menjadi bekal untuk mendidik anak-anak di era dunia dalam genggaman,” tutup Hefi Nuranda, berharap pendekatan lintas sektor ini dapat melahirkan pemimpin sekolah yang tidak hanya baik secara administratif, tetapi juga responsif terhadap tantangan zaman. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.