KPHP Sigambir Bersama Kemenhut Petakan Ratusan Hektar Untuk Program Penghijauan 

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Kepala UPTD Kantor Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sigambir Kotawaringin, Tanaim mendampingi kunjungan utusan dari Kementerian Kehutanan untuk melakukan pemetaan kawasan Hutan Produksi di area Bukit Samung Giri yang mencakup wilayah Bukit Kelik dan Pemali.

Kegiatan tersebut difokuskan pada lahan eks tambang yang selama ini terbengkalai dan meninggalkan bentangan lubang galian cukup luas. Menurut Tanaim, lahan tersebut nantinya akan dilakukan pengayakan dan perapian kembali agar dapat direhabilitasi dan ditanami ulang.

“Lahan ini merupakan bekas tambang. Ke depan akan dilakukan pengayakan dan penataan kembali supaya bisa ditanami,” ujar Tanaim, Kamis (12/2/2026).

Dalam kegiatan pemetaan itu, pihaknya turut didampingi pejabat dari Bapedas , pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan hamparan lahan eks tambang dengan luasan yang cukup signifikan.

Tanaim mengungkapkan, pihak kementerian tengah mencari lahan minimal seluas 50 hektare untuk program rehabilitasi. Bahkan, jika dibutuhkan hingga ratusan hektare, pihaknya siap menyiapkan lahan tersebut sepanjang diperuntukkan bagi upaya perbaikan kawasan hutan.

“Kalau memang mereka ingin mencari lahan hingga ratusan hektare pun akan saya sediakan, selama itu untuk diperbaiki. Karena daerah saat ini memang tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan lahan secara mandiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, rencana penghijauan dijadwalkan mulai dilaksanakan tahun ini. Namun, Tanaim tidak menampik bahwa program rehabilitasi dari kementerian tersebut sejauh ini belum melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa di wilayah konsesi Sigambir masih terdapat sejumlah lubang galian eks tambang yang belum tertangani secara optimal.

Meski demikian, melihat keseriusan pihak kementerian dalam menyiapkan program rehabilitasi, Tanaim mengaku optimistis program penghijauan dapat direalisasikan.

“Walaupun saya baru menjabat lima bulan, saya ingin memperbaiki lahan-lahan kritis di wilayah kerja saya. Ini tanah kelahiran saya, jadi sudah menjadi tanggung jawab moral untuk memperbaikinya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.