TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Bupati Bangka Selatan (Basel), Riza Herdavid, mengecam keras dugaan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh pimpinan salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan.
Pelaku diketahui berinisial MG (40), yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Tahfidz Quran di wilayah tersebut, diduga telah mencabuli belasan santri laki-laki di bawah umur.
Kasus ini terungkap setelah seorang ustaz melaporkannya ke Polsek Payung pada Kamis (22/5/2025) lalu.
“Kita tentu mengecam tindakan pelaku tersebut. Ini bisa berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan,” ujar Riza Herdavid dalam keterangannya di Toboali, Sabtu (24/5/2025).
Menanggapi hal tersebut, Riza menyatakan telah memerintahkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPPPA) bersama Dinas Pendidikan Bangka Selatan untuk turun langsung ke lokasi dan memberikan pendampingan kepada para korban.
“Saya sudah memerintahkan Dinas Sosial PPPA dan Dinas Pendidikan untuk segera turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban harus dilakukan hingga proses hukum selesai,” katanya.
Lebih lanjut, Riza menekankan pentingnya memastikan bahwa hak pendidikan para korban tetap terpenuhi meskipun sedang menghadapi trauma atas kejadian tersebut.
Selain pendampingan, Riza juga meminta agar seluruh pihak, mulai dari instansi terkait, pihak kecamatan hingga perangkat desa, melakukan pengawasan berkala terhadap lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
“Saya meminta agar ke depan pengawasan di lingkungan pendidikan, terutama yang berbasis keagamaan, lebih ditingkatkan. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” tegas Riza.
Meski mengecam keras perbuatan pelaku, Riza menilai bahwa kasus ini bersifat kasuistik dan tidak serta merta mencerminkan kondisi lembaga pendidikan keagamaan secara umum di wilayah Bangka Selatan.
“Saya meyakini bahwa kejadian seperti ini tidak terjadi secara meluas. Lembaga pendidikan keagamaan tetap memiliki keunggulan dan nilai penting dalam membentuk karakter anak. Namun, masyarakat juga perlu lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak-anaknya,” pungkasnya.
Saat ini, proses hukum terhadap terduga pelaku tengah ditangani oleh pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Selatan.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan perlindungan terhadap para korban.
“Silahkan masyarakat menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan keagamaan, karena pendidikan keagamaan memiliki keunggulan tersendiri dalam membentuk karakter. Namun, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih waspada memilih tempat pendidikan bagi anak-anak kita,” terangnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.