PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang pada tanggal 17 Desember 2020 sekira pukul 12:30 wib menerima info Kecelakaan Kapal KML Lima Saudara dari Basarnas Command Center.
Berdasarkan info tersebut bahwa Kapal KML Lima Saudara Pada tanggal 14 desember 2020 lalu berangkat dari Gresik menuju Air Hitam dengan bermuatan pupuk 650 ton kemudian tenggelam akibat gelombang tinggi disekitar Perairan Tanjung Puting Pangkalan Bun.
Kemudian selanjutnya pada tanggal 16 Desember 2020 sekira pukul 17.00 wib, diketahui sebanyak 7 orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal KLM Lima Saudara berhasil diselamatkan oleh MV. Nord Fortune yang sedang berlayar dari Pelabuhan Kariangau Balikpapan menuju Singapura.
Mendapatkan info tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang membuka Operasi SAR Gabungan untuk Medivac 7 orang ABK tersebut.
Setelah melakukan kordinasi dengan Captain Kapal MV. Nord Fortune disepakati akan diadakan intercept untuk medivac 7 orang korban tersebut yakni pada
kordinat 1°57’2″ S 106°33’37 ” E.
Fazzli, S.A.P selaku SAR Mission Coordinator mengungkapkan bahwa setelah menerima info tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak kapal MV. Nord Fortune dan Owner Kapal KML Lima Saudara
berkaitan dengan medivac.
Kemudian kata Fazzli, setelah pihaknya mendapatkan kesepakatan untuk melakukan medivac sesuai kordinat yang telah ditentukan, dalam hal ini Tim SAR Gabungan akan menggunakan Kapal KN 246 KARNA
untuk melakukan intercept.
“Untuk rencana evakuasi akan kita bawa ke dermaga DIRPOLAIRUD POLDA Babel dan langsung melaksanakan Rapid Test setelah itu akan kita serahkan ke Dinas Sosial,” ujar Fazzli, Jumat (08/12/20).
Fazzli menambahkan bahwa kapal KN KARNA telah lepas sandar dari dermaga PT S pada pukul 05.00 wib.
“Semoga tim yang dilapangan tidak mendapatkan kendala apapun sampai kembali ke dermaga lagi,” harapnya.
(eranews/red)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.