Cetak Wirausaha Baru, Pemkab Bangka Tengah Buka Pelatihan Pembuatan Roti Modal Minim

KOBA, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTK) resmi membuka Pelatihan Dasar Penyiapan Produk Roti pada Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DPMPTK ini bertujuan untuk mencetak angkatan kerja yang mandiri dan berjiwa wirausaha.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, yang ditandai dengan penyerahan simbolis baju peserta. Dalam sambutannya, Algafry menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata pemerintah memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.

Algafry mengungkapkan bahwa sasaran utama pelatihan kali ini adalah para ibu rumah tangga agar memiliki keahlian khusus di sela waktu mengasuh anak.

“Tujuan kita adalah bagaimana teman-teman peserta punya soft skill membuat roti. Awalnya mungkin untuk konsumsi keluarga, tapi tidak menutup kemungkinan berkembang menjadi penggerak ekonomi keluarga,” ujar Algafry.

Terkait kendala permodalan yang sering dihadapi calon wirausaha, Bupati memberikan solusi melalui pemanfaatan Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami juga telah berkomunikasi dengan pihak perbankan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk memfasilitasi para peserta maupun petani yang ingin mengembangkan usaha,” ucap Algafry.

Kepala DPMPTK Bangka Tengah, Risaldi Adhari, menjelaskan alasan strategis di balik pemilihan jenis pelatihan ini. Menurutnya, bisnis roti adalah salah satu usaha yang paling realistis untuk dimulai dengan modal kecil.

“Dengan modal Rp1 juta saja, selama sudah punya oven di rumah, mereka sudah bisa produksi. Berbeda dengan pelatihan lain yang butuh modal besar di awal,” jelas Risaldi.

Ia juga memaparkan target output yang terukur.

“Dalam hal kreativitas dan kualitas, peserta dituntut unggul dalam rasa, bentuk, kemasan (packaging), dan warna. Strategi penjualannya, peserta didorong untuk aktif melakukan penetrasi pasar, minimal dengan menitipkan produk di kantin-kantin sekolah. Sedangkan dalam hal penyerapan tenaga kerja, meski awalnya bersifat informal, usaha ini berpotensi besar menyerap tenaga kerja lokal jika sudah berkembang,” lanjutnya.

Menariknya, instruktur pelatihan kali ini berasal dari Bread Hell88 milik Ibu Helni, yang merupakan alumni pelatihan binaan Pemkab Bangka Tengah terdahulu. Risaldi menyebutkan bahwa instruktur tersebut kini telah sukses memasok roti ke jaringan ritel modern seperti Indomaret dan mampu mempekerjakan 10 hingga 20 orang.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Tailor Made Training (TMT) yang dibiayai oleh DIPA BPVP Belitung, Kemnaker RI Tahun Anggaran 2026. Dilaksanakan mulai dari 01 April sampai dengan 13 April 2026 (8 Hari) dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang (15 perempuan, 1 laki-laki).

Fasilitas yang diterima oleh para peserta berupa makan dan minum, baju pelatihan, sertifikat serta uang harian.

Dengan adanya pelatihan ini, DPMPTK berharap angka pengangguran di Bangka Tengah dapat terus ditekan melalui lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang kompeten dan siap bersaing di era ekonomi digital.

*Sumber: Diskominfosta Bateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.