BANGKA, ERANEWS.CO.ID – TNI menggelar Latihan Tempur Terintegrasi dengan melibatkan 41.397 prajurit dari seluruh matra: TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Koopssus TNI. Latihan berskala besar ini didukung berbagai alutsista modern, mulai dari kendaraan tempur darat hingga unsur udara dan laut.
Puluhan Rantis Maung, 15 drone taktis, 3 KRI, 2 KAL, 1 sea rider, 5 RHIB, 4 RBB, 1 heli Bell TNI AL, 3 pesawat F-16 untuk bombing, 2 C-130 Hercules, 1 CN-295, 1 Boeing AI-7303 intai, 3 heli Caracal dan Super Puma, serta 3 pesawat Boeing VIP dikerahkan untuk mendukung operasi latihan dan pengamanan. Penggelaran kekuatan ini menunjukkan bahwa perlindungan sumber daya alam merupakan bagian integral dari tugas menjaga kedaulatan negara.

Latihan digelar di berbagai titik di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BPKP Yusuf Ateh, meninjau langsung kegiatan dari Titik Tinjau Desa Mabat, Bangka, serta Desa Nadi, Bangka Tengah.
Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit, kesiapsiagaan tempur, serta menguji kemampuan sistem senjata terpadu TNI dalam berbagai skenario operasi.
Di tengah rangkaian latihan, Korem 045/Gaya di bawah Kodam II/Sriwijaya melaksanakan Serbuan Teritorial sebagai bentuk kegiatan imbangan. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan prajurit dalam operasi kewilayahan, sekaligus meningkatkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
Danrem 045/Gaya, Kolonel Inf. Nur Wahyudi, S.E., M.H., M.I.Pol, menyampaikan bahwa selain latihan tempur, Korem juga menggelar berbagai kegiatan sosial.
“Selain rangkaian latihan berupa penerjunan KDOL di bandara, penembakan SUL WING dari pesawat F-16, terjun taktis Yonif 501/Bajra Yudha Kostrad, latihan penindakan penyelundupan oleh unsur KRI TNI AL, serta latihan perebutan cepat oleh Koopssus TNI, Korem juga melaksanakan kegiatan sosial berupa karya bakti, pembagian 1.150 paket sembako, pengobatan massal, donor darah, dan penyuluhan mengenai bahaya penambangan ilegal serta alternatif mata pencaharian seperti pertanian dan perkebunan,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan turut melibatkan pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menjelaskan dampak kerusakan alam akibat aktivitas tambang.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan TNI.
“Terima kasih kepada TNI atas kegiatan ini. Kami sangat mendukung dan menghargai upaya TNI menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami,” ujar seorang warga.
Latihan Tempur Terintegrasi di Bangka Belitung akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan melibatkan beragam satuan TNI AD, AL, dan AU. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan tempur dan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga keamanan nasional, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.