Kanwil DJPb Babel Soroti Krisis Lada Putih: Potensi Kerugian Ekonomi Rp 2,69 Triliun Hilang Setiap Tahun

ngakPANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Webinar bertema “Revitalisasi Green Economy Guna Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung”.

Acara yang diselenggarakan di Aula Pertemuan DJPB Provinsi Bangka Belitung ini menyoroti krisis serius pada komoditas unggulan daerah, Lada Putih Muntok.

​Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung, Syukriah HG, dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau (green economy) harus diimplementasikan pada sektor pertanian strategis, terutama lada.

​Syukriah HG memaparkan data mengkhawatirkan yang menunjukkan penurunan drastis kejayaan Lada Putih Muntok.

​”Data menunjukkan dalam kurun waktu lima tahun (2019–2024), luas lahan lada, khususnya areal Tanaman Menghasilkan di Babel telah menyusut 32%. Dan yang paling mengkhawatirkan, volume produksinya anjlok 50%, dari 33.458 ton menjadi hanya 16.717 ton,” ujar Syukriah HG, Kamis (13/11/2025).

​Menurutnya, krisis ini menyebabkan Bangka Belitung kehilangan potensi ekonomi yang sangat besar. Mengacu pada harga lada putih global (IPC) yang mencapai USD 10.085 per metrik ton (setara Rp 161.360 per kg), potensi nilai ekonomi lada Babel seharusnya mencapai Rp 5,39 Triliun.

​”Dibandingkan nilai saat ini, ada potensi ekonomi yang hilang sebesar Rp 2,69 Triliun setiap tahunnya,” tegasnya.

​Sebagai Regional Chief Economist dan Financial Advisor, Kanwil DJPb mengidentifikasi bahwa masalah krisis lada bersifat multidimensi:
​Sisi On-Farm (Budidaya): Serangan penyakit, biaya produksi yang tinggi, dan masifnya peralihan pekebun ke penambangan timah serta tanaman sawit.
​Sisi Off-Farm (Tata Niaga): Harga jual yang tidak stabil, struktur pasar cenderung oligopolistik, dominasi trader, dan praktik ijon yang melemahkan posisi tawar petani.

​Syukriah HG menegaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk menggali informasi dan memperkuat komitmen transformasi menuju Ekonomi Hijau, yakni memanfaatkan potensi alam sambil menjaga keseimbangan pelestarian ekosistem.

​Acara ini dihadiri oleh pejabat penting, di antaranya Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel Erwin Kristianta, Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Moudy Hermawan, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan Kuntoro Boga Andri, serta Peneliti Ahli Utama BRIN Prof. Dr. Ir. Risfaheri.

​Webinar ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, setelah Keynote Speech dari Direktur Pelaksanaan Anggaran.

​”Kami berharap seluruh peserta dapat aktif berpartisipasi. Mari kita jadikan FGD dan webinar ini sebagai ajang memperkuat kolaborasi dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui kebijakan ekonomi hijau, khususnya di sektor perkebunan Lada,” tutup Syukriah HG. ​(EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.