BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Saat ini sudah memasuki perubahan musim yang patut untuk dipertimbangkan bagi nelayan untuk melaut.
Anomali cuaca ekstrem saat ini patut disikapi secara serius bagi seluruh nelayan yang berada di Perairan Laut Bangka.
Dalam beberapa minggu terakhir ini, DPC HNSI Kabupaten Bangka telah mencatat ada tiga kejadian Lakalaut yang menimpa para nelayan.
Kecelakaan tersebut antara lain kapal terbakar milik warga Nelayan 1 Sungailiat, mesin terbakar kapal pancing milik warga Lingkungan Kampung Baru Sungailiat, dan tenggelamnya kapal pancing akibat cuaca ekstrem di perairan Laut Bangka akibat perubahan siklus arah mata angin dari arah tenggara ke Utara.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Lukman mengatakan meskipun ketiga musibah tersebut tidak menyebabkan korban jiwa namun kejadian itu patut menjadi perhatian bagi para nelayan yang berada di Perairan Laut Bangka.
Menurutnya, adanya siklus angin utara perlu ditingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian bagi para nelayan untuk mencari nafkah di laut.
Kerugian materi akibat kebakaran kapal tentunya menambah rentetan panjang kerugian dan kesulitan ekonomi bagi nelayan karena peralatan tangkap mereka tidak bisa dipergunakan lagi. Kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan bahkan resiko kehilangan nyawa mengintai para nelayan yang masih memaksakan diri untuk tetap melaut di kondisi saat ini,” ujarnya, Selasa (8/12/2020).
Sebagai bentuk simpati kepada para nelayan, DPC HNSI Kabupaten Bangka ingin menyampaikan kepada nelayan apabila masih ingin melaut di situasi seperti ini agar memastikan beberapa hal yakni :
-Memastikan perlengkapan keselamatan
-Memastikan tidak ada kebocoran pada kabin atau dek, dan pompa air pembuangan dalam keadaan baik.
-Memastikan rekaman titik koordinat yang tidak jauh dari wilayah daratan di saat musim angin Utara.
-Lampu penerangan dan sorot dalam kondisi fix.
-Memastikan umur kapal motor.
-Kesehatan nahkoda dan ABK.
-Menyediakan suku cadang mesin.
-Membawa alat komunikasi.
-Jangan melaut jika tidak bersama rombongan lainnya.
-Membawa cadangan BBM
-Sedapat mungkin untuk tidak melaut sampai mata arah angin Utara pada kondisi permanen.
Ia akan berupaya semaksimal mungkin dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa para nelayan saat berjuang mencari rejeki di laut.
“Saya harap para nelayan bisa memperhatikan hal-hal seperti di atas jika ingin memaksakan tetap ingin melaut. Tetapi kami untuk saat ini dengan kondisi cuaca ekstrem ingin menghimbau kepada para nelayan sebaiknya tidak melaut dulu sebelum cuaca benar-benar sudah bagus,” tandasnya.
(eranews/eq)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.