Ini Kata Pihak RS Junjung Besaoh Terkait Penyebab Kematian Natalia

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Kasus kematian Natalia warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, hangat diperbincangkan publik. Gadis berusia 18 Tahun itu disebut-sebut meninggal dunia usai dianiaya sang ayah.

Pihak kepolisian Polres Bangka Selatan, tengah menyelidiki kasus kematian Natalia yang meninggal dunia pada, Sabtu 31 Agustus 2024 yang lalu.

Guna mencari tau penyebab kematian mendiang Natalia, Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah Natalia, Kamis 5 September 2024.

Penyidik masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan dokter ahli forensik Polda Bangka Belitung. Hasil autopsi akan disampaikan dokter ahli forensik dalam sepekan kedepan.

Proses autopsi ini diharapkan bisa mengungkap penyebab meninggalnya mendiang Natalia yang belum lama menjadi mualaf tersebut.

Mendiang Natalia sempat di rawat inap di RSUD Junjung Besaoh Bangka Selatan, selama tiga hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Menurut pihak RS bahwa, kondisi kesehatan mendiang Natalia sudah dalam kondisi tidak baik ketika pertama kali masuk IGD. Dokter pun menyarankan agar pasien menjalani rawat inap, lantaran pasien harus dilakukan perawatan intensif.

“Jadi saat pasien pertama kali masuk IGD sudah dalam keadaan sangat lemah, pasien mengalami kesulitan gerak,” kata Direktur RSUD Junjung Besaoh Bangka Selatan, dr Helen pada Kamis 5 September 2024.

Menurutnya, pasien di diagnosa alami gizi buruk , lantaran berat badan pasien tidak normal berdasarkan usia pasien.

“Kemungkinan sudah lama ya (gizi buruk). Pasien ditangani oleh dokter spesialis anak,” ucapnya.

Ia menuturkan, Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, mendiang Natalia juga mengalami infeksi berat.

“Hasil cek lab, sel darah putih pasien meningkat dratis yang menunjukkan pasien mengalami infeksi berat,” sebutnya.

Helen menyampaikan bahwa, Dokter menyimpulkan penyebab kematian mendiang Natalia disebabkan sepsis.

Dikatakan Helen, Sepsis adalah kondisi ketika infeksi dan peradangan sudah cukup parah yang dapat mempengaruhi fungsi organ.

“Dokter menyimpulkan penyebab kematian pasien adalah sepsis. Sepsis adalah komplikasi berbahaya akibat respon tubuh terhadap infeksi,” pungkasnya.

(EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.