Mediasi PT Timah Tbk Belum Menemukan Titik Temu dengan Nelayan Sungailiat

BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Ratusan masyarakat Nelayan Matras, Selasa (10/11/20) melakukan aksi penolakan terhadap beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP), yang beroperasi di wilayah tersebut. Aksi yang dilakukan di Pantai Matras itu berlangsung panas sejak di pagi.

“Dari semalam, kami sudah di sini (pantai matras). Kami tidak ingin kapal (KIP) itu beroperasi di sini,” jelas Ayung satu di antara peserta aksi.

Satu di antara peserta aksi juga mengungkapkan, dirinya bersama ibu-ibu lainnya, sejak tadi pagi sudah berada di pantai.

“Kami dak masak, sudah dari pagi tadi di sini. Kami tahan dak masak, asal (KIP) pergi,” ungkapnya.

Mediasi antara nelayan kontra KIP Laut Matras dengan PT Timah Tbk bersama Unit Pelaksana Teknis Lembaga Kelautan Perikanan (LKPI) Sungailiat selama 2 jam tidak menemui titik temu. Mediasi juga dihadiri pihak kepolisian setempat.

Usai pertemuan, dengan awak media sempat menghampiri perwakilan PT Timah Tbk yang diwakili Kepala Bidang Penambangan Laut Bangka, Ronata dan Kepala Unit Penambangan Laut, Ryan. Keduanya enggan memberikan tanggapan.
 
“Nanti saja, satu pintu saja, Lewat humas,” sebutnya sambil berjalan meninggalkan sejumlah wartawan.dengan dana yg tegas
 
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bangka, Romlan juga meminta PT Timah Tbk untuk menunda aktivitas pertambangan sampai digelarnya pertemuan antara semua perwakilan nelayan.

“Kamu bisa lihat sendiri, dengar juga ketika Ketua Komisi III DPRD menelepon perwakilan PT Timah Tbk. Supaya dihentikan dulu hingga ada pertemuan satu bulan lagi,” katanya.saat ditemui lewat rapat paripurna (9/11/20).
 
Lebih lanjut, dikonfirmasi terpisah Ketua Nelayan Aik Antu Bedukang, Ngikiw menyebutkan, para nelayan belum mencapai kesepakatan pada pertemuan itu.
 
Hal ini diketahui, sesuai permintaan para nelayan yang minta KIP tidak melakukan aktivitas tambang di wilayah mereka tidak dikabulkan.
 
“Kami belum tau. Kami jelas, kami para nelayan tetap bertahan di sini hingga KIP itu keluar dari Matras,” katanya.
 
Perkembangan saat ini, para nelayan juga akhirnya kembali berkumpul sesaat setelah pertemuan. Mereka memutuskan untuk tetap berada di pinggiran pantai, hingga saat berita ini diturunkan.

(eranews/eq)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.