Didukung 10 Parpol Koalisi, Pasangan Mulkan – Ramadian Daftar Di KPU Bangka

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Pasangan Bakal Calon Bupati Bangka dan Wakil Bupati Bangka Mulkan dan Ramadian resmi mendaftar diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka untuk pendaftaran pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2024-2029, Selasa (28/8/2024). Kedatangan pasangan Mapan ini diantar ke KPU Bangka dengan menggunakan becak motor. 

Saat konferensi pers, diakui Ketua KPU Kabupaten Bangka Sinarto, baru satu pasangan yang mendaftarkan diri yakni pasangan Mulkan-Ramadian (Mapan). Untuk itu pihaknya masih menunggu hingga tanggal 29 Agustus 2024 pukul 23.59 WIB. 

“Hari pertama kita menunggu dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tidak ada yang mendaftar. Ini hari kedua alhamdulillah kita kedatangan pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk 2024 -2029 acara sudah berlangsung dan berkas sudah kita terima dan akan melalui proses verifikasi dan tanda Terima berkas sudah diserahkan kepada bakal calon bupati dan wakil bupati,” jelas Sinarto.

Dia menyatakan untuk berkas pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bangka Mulkan dan Ramadian sudah lengkap dan memenuhi persyaratan. 

Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi sebelum ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati Bangka 2024-2029. Sementara itu, untuk penetapan bakal calon bupati dan wakil bupati menurutnya dilaksanakan tanggal 22 September 2024.

Terkait hingga tanggal 29 Agustus 2024 jika tidak ada bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar, Sinarto mengatakan menurut peraturan KPU pihaknya tetap akan membuka pendaftaran hingga tanggal 29 Agustus 2024 dari jam 08.00WIB hingga 23.59 WIB setelah itu dilakukan proses pleno bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar. 

“Pasangan yang mendaftar baru satu, semua bisa terjadi besok masih dibuka pendaftaran kita sama-sama menunggu karena proses pendaftaran tiga hari, terkait nanti berapa calonnya kita akan melaksanakan proses pleno, kalaupun ada perpanjangan kita KPU adalah hirarkis dari KPU turun ke KPU provinsi dan nanti kepada kita (KPU Bangka),” jelas Sinarto. 

Disinggung apakah nanti pasangan Mapan akan melawan kotak kosong, Sinarto mengatakan, tidak ada istilah kotak kosong. 

“Di dunia ini segala kemungkinan bisa terjadi. Intinya KPU Bangka tetap melakukan proses tahapan. Selama proses tiga hari ini kita masih menunggu pendaftaran,” kata Sinarto. 

Menurutnya jika ada calon tunggal pihaknya akan membuat sosialisasi dengan framing calon tunggal. 

“Calonnya masih satu, itupun bahasanya calon tunggal, tidak ada istilah kotak kosong,” tegasnya. 

Ditanyakan apabila calon tunggal apakah pengambilan nomor dan debat ditiadakan, Sinarto mengatakan masih menunggu dan tidak bisa berandai-andai. 

“KPU Kabupaten Bangka dan KPU provinsi 

hanya sifatnya menjalankan peraturan itu, terkait penafsiran itu ada di KPU  RI yang ditunjukkan melalui petunjuk teknis dan itu akan kita laksanakan sesuai aturan,” jawab Sinarto. 

Untuk anggaran pilkada dia mengatakan sudah ada pihaknya tinggal melaksanakan sesuai tahapan pilkada. 

“Nanti kalau calon tunggal kita akan set lagi untuk calon tunggal, kalau calonya dia atau tiga kita akan set lagi karena saya tegaskan lagi KPU tidak akan berandai-andai kita akan melalui tahapan-tahapan karena KPU berdasarkan waktu. kita tunggu saja sampai 29, 23.59,” kata Sinarto. 

Bakal Calon Bupati Bangka Mulkan, mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan bahwa mereka sebagai calon tunggal.

“Ataupun calon yang memiliki lawan yang tidak kelihatan alias kotak kosong,” kata Mulkan.

Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi bersama terutama dari 10 Partai Politik (Parpol) pendukung menyampaikan ke masyarakat, jika tahapan pilkada tetap berjalan sesuai tahapan dan proses hingga pemungutan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Bahwa calon tunggal itu bukan dikatakan sudah menang tanpa adanya partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS memilih Pak Mulkan dan Pak Ramadian. Ini strategi yang harus kita lakukan terutama dari partai pengusung kita. Jangan duduk manis, jangan diam. Ada atau tidak ada lawan kita terutama masyarakat diajak ke TPS,” kata Mulkan. 

Menurutnya sebagai warga negara yang baik harus menggunakan gak pilihnya. 

Apabila masyarakat yang memberikan hak pilihnya tidak mencapai 60 persen dinilai pilkada kurang berhasil. 

Pihaknya menargetkan suara sebesar-besarnya apalagi didukung 10 partai politik. Koalisi yang dibangun ditegaskan Mantan Bupati Bangka ini bukan sekedar naskah  tetapi jika bisa menjadi koalisi permanen sampai lima tahun ke depan. 

“Kita berharap mencapai 80 persen itu keinginan kita tetapi kita hanya merencanakan Allah lah yang menentukan, segala-galanya,” ucap Mulkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.