BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Kondisi jembatan kembar Baturusa yang bersebelahan dengan jembatan lama terletak di Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka saat ini sangatlah memprihatinkan dan rawan bahaya.
Pasalnya, saat ini kondisi ruas jalan jembatan setempat terdapat sebuah lobang. Meski lobang itu berukuran tidak besar namun dikhawatirkan dapat menimbulkan rawan kecelakaan khususnya para pengendara roda dua (motor atau sepeda).
Terlebih lagi, jika para pengguna jalan dari arah Kota Pangkalpinang hendak menuju Kota Sungailiat pada malam hari menggunakan kendaraan roda dua atau jika tak berhati-hati tentu akan menabrak sebuah lobang yang terdapat pada pembatas ruas jalan sebelah kiri jembatan tersebut.
Menurut keterangan warga setempat , sering terjadi kecelakaan ketika waktu sore atau pun malam hari.
“Saya hampir terjatuh tadi ketika melewati ruas jalan jembatan itu. Sebab, tadi ban depan sepeda motor sempat menabrak sebuah lobang yang ada dibadan jalan jembatan itu,” ucap Desi (30) seorang ibu rumah tangga asal Kota Sungailiat, Kamis(29/10/2020) malam.
Namun diakuinya justru saat itu ban depan motornya menabrak lobang lantaran kondisi lampu penerangan jalan di area jembatan kembar ini justru tak menyala atau padam. Apalagi katanya tanjakan jalan ketika ingin masuk kedalam jembatan terlihat tinggi dan ini bisa mengakibatkan pengendara jatuh.
“Mungkin karena lampu penerangan jalan sepanjang jembatan itu mati (lampu tak menyala ) padahal setahu saya jembatan baru dibangun termasuk lampu penerangan jalan itu baru juga dipasang,” tutur Anisa yang mengaku dirinya tak habis pikir terkait kondisi ruas jalan termasuk lampu penerangan jalan umum (PJU) jembatan setempat dianggapnya bermasalah.
Tak hanya ibu muda itu mengeluhkan
sekaligus mengkhawatirkan kondisi ruas jalan jembatan terdapat sebuah lobang dan dianggap sangat rawan kecelakaan bagi pengendara roda dua termsuk persoalan lampu PJU di sepanjang jembatan tersebut tak menyala.
Desi pun mengkhawatirkan pula soal lampu PJU di sepanjang jalan jembatan. Dan menurutnya saat ini kondisinya lebih dari 10 titik tidak menyala, sehingga kondisi pemandangan ruas jalan jembatan itu terlihat gelap.
Selain rawan akan menabrak lobang kata Desi, ini mengkhawatirkan pula para pengendara roda empat yang melintasi ruas jalan jembatan itu pada malam hari rawan akan menabrak kendaraan para penghobi mancing ikan yang biasa terparkir di sepadan ruas jalan jembatan tersebut.
“Harapan saya semoga pemerintah provinsi Bangka Belitung segera memperbaiki jembatan kembar baturusa itu, sehingga tidak menyebabkan pengendara lainnya mengalami kendala saat berkendara pada saat malam hari, apalagi penerangan lampu jalan mati.Sangat disayangkan ketika lampu jalan dijembatan kembar tidak menyala, kasian para pengendara yang tidak kelihatan jika ingin pulang menuju sungailiat,” ucapnya.
(eranews/eq)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.