PULAUBESAR , ERANEWS.CO.ID- Warga Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar dihebohkan oleh sosok penemuan mayat yang saat ini belum diketahui identitas aslinya di Sungai Ulim, Rabu (23/8/2023).
Menanggapi itu Kapolsek Payung, IPTU Husni Afriansyah membenarkan perihal informasi tersebut.
Ia juga menyebutkan mayat yang ditemukan di Sungai Ulim merupakan korban hilang pada Minggu lalu di laut Sukadamai.
“Benar, saat ini kita sudah serah terima kepada piha keluarga setelah memastikan korban merupakan keluarga Sahril,” kata Husni melalui pesan WA.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi satu orang yang hilang saat berenang mengejar speedboat di Perairan Suka Damai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada Senin, (21/8/2023).
Korban atas nama Sahril (24) sebelumnya pada Minggu (20/8 2023) pukul 17.00 WIB mendatangi Ponton TI Tower milik temannya dengan menggunakan speedboat miliknya sendiri di sekitaran Pelabuhan Jeki, Sukadamai Toboali.
Kemudian pada pukul 20.00 WIB, tali pengikat speedboat milik korban yang diikatkan pada ponton milik temannya terlepas. Korban yang saat itu mengetahui hal tersebut langsung berusaha berenang untuk mengejar speedboat milik korban yang sudah hanyut sekitar 20 meter dari ponton.
Sahrul, adik korban yang bekerja di Ponton TI tersebut saat itu berusaha mencegah korban untuk tidak berenang mengejar speedboat miliknya dikarenakan kondisi gelombang besar dan arus yang cukup kuat
Namun Sahril tetap berenang untuk mengejar speedboat tersebut.
Setelah 30 menit menunggu dan korban tak kunjung Kembali dan hilang.
Warga berusaha melakukan pencarian namun hingga pagi hari korban tidak ditemukan.
Kemudian pada Senin 21 Agustus 2023 pukul 11.15 WIB, Mustopa selaku keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang(Basarnas).
Mendapatkan informasi tersebut Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang membuka Operasi SAR Gabungan dan memberangkatkan 1 Tim Rescue menuju lokasi kejadian dan berusaha melakukan pencarian di sekitaran tempat lokasi ponton tersebut berada.
Upaya pencarian akan menggunakan metode penyisiran diatas permukaan air menggunakan Rubberboat Basarnas, dan scaning menggunakan perangkat Aqua eye.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang I Made Oka Astawa,S.H., M.Si membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan saat ini Tim SAR Gabungan berusaha melakukan penyisiran mengikuti arus dan SAR Map Prediction yang telah dibuat olah tim.
“Semoga korban cepat ditemukan” tutup I Made Oka Astawa di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang. (EraNews/Leo)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.