Wabup Debby Pantau Seleksi PPPK Bangka Selatan: Jamin Transparansi dan Keadilan

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Ratusan tenaga honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mulai mengikuti seleksi kompetensi tahap kedua pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pelaksanaan ujian menggunakan sistem berbasis digital yang memungkinkan peserta melihat langsung nilai yang diperoleh setelah seleksi.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menyampaikan bahwa sebanyak 411 peserta mengikuti seleksi kompetensi PPPK tahap kedua. Mereka telah dinyatakan lolos seleksi administrasi sebelumnya. Sebanyak 408 peserta mengikuti seleksi di Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) setempat, sementara tiga peserta lainnya mengikuti seleksi di luar daerah sesuai lokasi pilihan.

“Jadi, ada tiga peserta yang mengikuti seleksi kompetensi di Gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya pada Kamis (24/4/2025).

Debby menjelaskan bahwa 411 peserta PPPK tahap kedua ini terdiri dari 321 pelamar formasi teknis, 50 pelamar formasi tenaga kesehatan, dan 40 pelamar formasi tenaga guru. Mereka memperebutkan 166 formasi sisa dari rekrutmen PPPK tahap pertama, dengan rincian 43 formasi teknis, 79 formasi tenaga kesehatan, dan 44 formasi guru.

Diketahui, pada rekrutmen PPPK tahun anggaran 2024, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyediakan 975 formasi untuk tiga kategori: 745 formasi tenaga teknis, 133 formasi tenaga kesehatan, dan 97 formasi tenaga guru. Sebanyak 808 formasi telah terisi pada tahap pertama, dengan rincian 701 pelamar tenaga teknis, 54 pelamar tenaga kesehatan, dan 53 pelamar tenaga kependidikan.

Seleksi PPPK tahap kedua dilaksanakan selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2025. Waktu persiapan dan pelaksanaan seleksi kompetensi adalah 220 menit, dengan rincian 90 menit untuk persiapan (registrasi, pemberian PIN, penitipan barang, pemeriksaan badan, masuk ruang tunggu steril, dan perpindahan ke ruang ujian) dan 130 menit untuk pelaksanaan seleksi kompetensi.

“Saya berharap kita semua diberikan ketenangan, khususnya bagi peserta agar dapat mengerjakan soal dengan tenang,” kata Debby.

Lebih lanjut, Debby menerangkan bahwa seluruh tahapan seleksi PPPK tahap kedua, mulai dari pendaftaran hingga penentuan kelulusan, menggunakan sistem CAT yang terintegrasi dan terkomputerisasi.

Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah kecurangan dan praktik percaloan, serta mewujudkan ASN yang profesional.

Pemerintah menerapkan sistem terkomputerisasi dalam seluruh proses rekrutmen untuk menjamin keadilan dan kesempatan yang sama bagi semua peserta.

Pihaknya juga mengantisipasi tindakan kecurangan selama seleksi, karena seluruh peserta diperlakukan sama. Proses seleksi dilaksanakan berdasarkan prinsip terbuka, kompetitif, transparan, adil, objektif, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Penerapan CAT diharapkan dapat menutup potensi kecurangan dan praktik percaloan.

“Seleksi kompetensi terdiri atas kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan wawancara,” sebutnya.

Debby memastikan bahwa proses seleksi berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap seleksi penerimaan PPPK yang harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalisme. Pihaknya menjamin tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang merusak integritas seleksi.

“Kami berharap para peserta dapat lulus dengan hasil terbaik, sehingga mereka bisa diangkat menjadi PPPK dan kesejahteraannya meningkat,” pungkas Debby. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.