Oleh : Chairunifa (Mahasiswa Sosiologi UBB)
BANGKA BELITUNG, ERANEWS.CO.ID — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tergabung dalam tim “Proyek Kemanusiaan” menggelar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang.
Program ini mengusung tema “Literasi Kebudayaan Lokal Bangka Belitung” dan bertujuan mengenalkan berbagai jenis tanaman serta ikan endemik Bangka Belitung kepada anak-anak usia dini.
Dosen sosiologi UBB, Iskandar Zulkarnain, yang bertindak sebagai fasilitator program, menekankan pentingnya menanamkan literasi budaya sejak usia dini. Ia mengingatkan bahwa globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat dapat membuat anak-anak melupakan budaya lokal.
“Peningkatan literasi kebudayaan lokal sangat penting agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan budaya daerah di tengah pesatnya kemajuan teknologi,” kata Iskandar.
Survei yang dilakukan oleh Iskandar menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam minat anak-anak terhadap literasi budaya lokal.
“Berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika program literasi di sekolah masih cukup efektif, saat ini anak-anak lebih tertarik pada teknologi modern dibandingkan mempelajari budaya daerah. Ini merupakan situasi darurat yang memerlukan langkah konkret untuk mengembalikan minat mereka pada kekayaan budaya dan alam daerah,” ujar Iskandar.
Program ini melibatkan tenaga pendidik di SPNF SKB Pangkalpinang dan disambut dengan antusias oleh para siswa. Anak-anak menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap berbagai tanaman dan ikan endemik Bangka Belitung, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Melalui pengalaman belajar langsung, wawasan mereka mengenai flora dan fauna lokal yang sebelumnya hanya diketahui dari cerita kini semakin bertambah.
Muhammad Iqbal, perwakilan dari tim Proyek Kemanusiaan, mengungkapkan bahwa pengenalan langsung terhadap kekayaan alam lokal adalah langkah penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Anak-anak sekarang bisa melihat dan mengenali tanaman serta ikan endemik yang sering mereka dengar, tetapi belum pernah dilihat secara nyata. Hal ini akan membantu mereka memahami dan menghargai potensi lokal sejak usia dini,” kata Iqbal.
Pelaksanaan program literasi kebudayaan ini tidak hanya mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk melestarikan budaya lokal Bangka Belitung. Iqbal berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dan terus berlanjut, bahkan di masa depan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekarang, tetapi juga di masa mendatang dan terus menerus,” ujarnya.
Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik di Paud Ceria SPNF SKB Pangkalpinang diharapkan dapat menghasilkan dampak jangka panjang yang positif dalam peningkatan literasi budaya lokal. Melalui upaya ini, nilai-nilai budaya serta pengetahuan tentang kekayaan alam Bangka Belitung dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, memastikan kebudayaan lokal tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tergabung dalam tim “Proyek Kemanusiaan” Itu diantaranya Muhammad Iqbal, Chairunifa Wardayaning Putri, dan Ubai Hawani.
(*)

















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.