TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diusulkan menjadi salah satu lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Usulan ini dipertegas langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Bangka Selatan, Rispandika, saat ditemui di Kantornya pada Jumat (7/11/2025).
Menurut Rispandika, usulan ini sejalan dengan salah satu poin dalam Program Asta Cita Presiden, yaitu poin kedua mengenai kemandirian pangan melalui Ekonomi Biru. Program Kampung Nelayan Merah Putih dari KKP menjadi salah satu implementasi dari visi tersebut.
”Kita melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih. Oleh sebab itu, salah satu Kampung Nelayan Merah Putih yang kita usulkan, yaitu adalah Desa Tukak,” jelas Rispandika.
Meskipun Bangka Selatan juga mengusulkan lokasi lain seperti Sadai, Tanjung Sangkar, dan Celagen, Desa Tukak saat ini menjadi prioritas utama. Pasalnya, dari 100 titik yang diprioritaskan KKP untuk dibangun pada tahun 2025, Desa Tukak termasuk yang paling berpeluang.
”Yang saat ini sedang diprioritaskan karena kita tahun 2025 ini dari 100 titik yang diprioritaskan untuk dibangun tahun 2025 ini, Tukak ini salah satu yang insya Allah akan dilakukan pembangunan,” ujarnya optimistis.
Tim verifikasi dari KKP bahkan telah melakukan penilaian langsung di Desa Tukak pada tanggal 6 dan 7 November 2025, mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga teknis perizinan dan lahan.
Rispandika mengungkapkan bahwa persyaratan Desa Tukak telah terpenuhi hingga “99%” dan diharapkan dalam waktu dekat sudah ada Surat Keputusan (SK) kontrak dari Kementerian.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tukak direncanakan akan terintegrasi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka, meliputi:
Pabrik Es dan Cold Storage.
Tambatan Perahu.
Gazebo atau Saung Perkumpulan Nelayan.
Sentra Kolonial untuk Olahan Hasil Ikan.
”Intinya suatu kampung yang terintegrasi untuk kesejahteraan daripada nelayan, khususnya di daerah pesisir,” tegasnya.
Program ini dinilai sangat vital karena akan membantu Bangka Selatan dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana nelayan yang selama ini terbatas anggarannya dari APBD.
Bangka Belitung Usulkan 4 Lokasi
Secara keseluruhan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan 4 lokasi, yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan (Desa Tukak), Belitung, dan Belitung Timur. Namun, penetapan akhir akan tergantung pada hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan.
Saat ini, Rispandika menyebut sudah ada “titik terang” meskipun ada beberapa perbaikan non-signifikan yang perlu diselesaikan secara administrasi dan teknis. Desa Tukak sendiri telah menyatakan kesiapan penuh.
Program ini bersifat multi-year dan ditargetkan selesai secepat mungkin, yaitu sebelum atau paling lambat pada bulan Maret 2026. Selain program 100 titik prioritas, proses verifikasi untuk pembangunan di tahun 2026 juga akan berlangsung hingga 30 Desember 2025.
”Semuanya juga tinggal support dukungan dan doa masyarakat seluruh Bangka Selatan terutama para nelayan untuk bisa Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa berjalan,” tutup Rispandika. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.