TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Proyek peningkatan infrastruktur Jalan Jenderal Sudirman di Toboali, yang merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, kini memasuki tahap pengaspalan.
Progres ini dapat disaksikan langsung oleh masyarakat yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman menuju Kawasan Simpang Lima Toboali.
Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dan pengerjaannya terus berlangsung.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, menjelaskan bahwa pemilihan Jalan Jenderal Sudirman sebagai proyek prioritas didasarkan pada banyaknya aduan dan keluhan dari masyarakat.
”Mengapa Jalan Jenderal Sudirman, Karena pertama, aduannya sudah banyak dan keluhannya juga sudah banyak,” ungkap Riza pada Kamis (2/10/2025).
Riza menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan. Proyek ini mengalokasikan Rp6,5 Miliar, dan dana tersebut dinilai paling produktif jika digunakan untuk pengaspalan di Jalan Sudirman.
Di tengah keterbatasan, ia juga membagikan kabar baik terkait alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Ini sifatnya aduan, tetapi kita juga hari ini dapat beberapa bocoran, mungkin berkat doa banyak orang, bahwa kita akan mendapat Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) untuk tahun 2026,” katanya.
Dana IJD tersebut dialokasikan untuk ruas jalan Simpang Rimba-Permis dengan anggaran mencapai Rp38 Miliar, dan kondisinya kini sudah hampir 80 persen. Meskipun harus bersaing dengan 400 lebih kepala daerah lain untuk mendapatkan anggaran tersebut, Riza bersyukur.
“Alhamdulillah, menurut PU, Bapak Presiden melalui IJD tadi kita dapat Rp38 Miliar,” pungkasnya.
Terkait perbaikan jalan di wilayah lain, Riza menyebutkan bahwa pihaknya sering menerima aduan mengenai Desa Bangka Kota. Namun, alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tahun ini difokuskan untuk lokasi Trans 3 wilayah Simpang Rimba, yang tahun ini ditargetkan selesai.
”Trans 3 Simpang Rimba tahun ini selesai. Saya sepakati dengan PU, berdasarkan laporan dan aduan, DBH sawit berikutnya akan kita alihkan ke Bangka Kota,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses perbaikan jalan Payung-Bangka Kota akan memakan waktu karena kondisi aspal lama yang memerlukan penanganan khusus dan proses yang lebih panjang.
“Insyaallah lewat DBH sawit tahun depan dikerjakan,” harapnya.
Riza menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk memproses setiap keluhan dan aduan masyarakat yang sampai ke Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
”Insyaallah akan diproses, cuma kan ada yang bisa selesai cepat, ada yang selesai setengah dulu. Lagi-lagi karena kondisi keuangan,” terangnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.